Barang bukti senjata yang digunakan OPM saat menyerang TNI-Polri (Foto: istimewa/BumiPapua)

8 Pekerja Trans Papua yang Ditampung Anggota Dewan dari PKS Selamat

Ngelmu.co – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nduga dari PKS, Alimi Gwijangge menyatakan bahwa delapan orang yang sempat mengungsi di kediamannya di Distrik Yall dalam kondisi selamat.

Berdasarkan keterangan resmi dari Polda Papua, Senin (3/12), sebanyak 31 orang pekerja proyek Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Aurak distrik Yigi, Kabupaten Nduga, tewas dibunuh OPM.

Sebelumnya diberitakan bahwa sebanyak 24 orang dibunuh terlebih dahulu, kemudian delapan orang sempat menyelamatkan diri ke rumah seorang anggota DPRD. Akan tetapi, delapan orang itu dijemput pihak terduga pembunuh hingga tujuh orang tewas dan satu orang belum ditemukan.

Ternyata, bersyukurnya, kedelapan orang tersebut selamat dan saat ini sedang menunggu untuk dievakuasi melalui jalur udara ke distrik lain yang lebih aman.

“Tidak ada kena apa-apa, cuma mereka takut mendengar kabar (pembunuhan) itu, langsung mereka pergi ke tempat saya dan ke lapangan terbang,” jelas Alimi, Selasa (4/11), dikutip dari Republika.

Baca juga: Dhuarr! OPM: Rakyat Papua Butuh Kemerdekaan, Bukan Infrastruktur Trans Papua

Politisi PKS tersebut mengatakan bahwa delapan orang itu melarikan diri ke kediamannya setelah mendengar kabar tentang pembunuhan 24 pekerja jembatan Kali Yigi dan Aurak. Alimi mengatakan bahwa kedelapan orang tersebut khawatir menjadi korban pembunuhan, akhirnya delapan pekerja tersebut menyelamatkan diri. Hingga saat ini, delapan orang itu masih menunggu penerbangan di distrik Yall.

“Tadi pagi mau kita bawa mereka ke (Ibu kota) kabupaten (Nduga), tapi penerbangan susah didapat. Kalau besok ada penerbangan, kami antar mereka dari distrik tersebut,” jelas Alimi.

Alimi juga menegaskan bahwa delapan orang yang mengungsi itu berada jauh dari kejadian pembunuhan. Kedelapan orang tersebut setelah mendapat kabar pembunuhan dari warga setempat, akhirnya memmutuskan mengungsi di rumah Alimi.

“Mereka itu hanya takut tidak diserang, baru lari menyelamatkan diri begitu. Mereka jauh dari kejadian, mereka aman di situ, tapi dengar kejadian itu mereka lari,” ujar Alimi.