Isi dan Topeng

Aa Gym: Antara Isi dan Topeng

Diposting pada 79 views

Ngelmu.co – Apa yang dimaksud isi dan topeng? Banyak orang yang senang dinilai, dipuji, disanjung, diperhatikan oleh sesama makhluk, maka orang yang demikian cenderung akan sibuk membangun topeng. Sedangkan orang yang senang dinilai dan diperhatikan oleh Allah Ta’ala, maka ia akan cenderung sibuk membangun isi.

Allah Subhanahu wa Ta’ala, berfirman: “Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya,” (QS. Asy Syams [91]: 9-10).

Allah Ta’ala tidak melihat rupa, tidak melihat harta kita. Allah melihat kepada isi hati dan amal perbuatan kita.

Bukan tidak boleh kita berpakaian bagus, tapi hati harus lebih bagus dari pakaian, hati harus punya niat yang lurus hanya kepada Allah semata.

Jangan sampai kita rela membeli baju yang bagus, apalagi mahal, tapi hanya berakibat mengotori hati, sungguh rugi diri kita kalau begitu.

Berpenampilan mesti baik, rapi, bagus, karena Allah Maha Indah dan mencintai keindahan. Namun, yang tidak boleh itu kalau kita sibuk memperbagus diri, tapi hanya untuk manusia, bukan untuk Allah Ta’ala.

Antara Isi dan Topeng

Karena tidak sedikit orang yang lebih takut bajunya kotor, daripada takut hatinya kotor.

Ada yang lebih sibuk membersihkan kendaraannya agar mengkilap, daripada sibuk membersihkan hatinya.

Ada yang lebih sibuk mengisi rumahnya dengan perabotan yang bagus, daripada sibuk mengisi hati dengan niat-niat yang mulia nan lurus lillaahita’ala.

Padahal, jikalau seseorang senantiasa rajin menjaga kebersihan hatinya, rajin mengisi hatinya dengan niat-niat dan maksud-maksud yang mulia, maka niscaya yang akan terpancar dari dirinya tiada lain adalah keindahan.

Hidupnya akan senantiasa terurus, tertata, terencana dengan rapi.

Sesederhana apa pun penampilan seseorang, jika dia memiliki hati yang bening, maka yang akan terpancar darinya adalah keindahan, keteduhan yang menentramkan. Maa syaa Allah.

Saudaraku, marilah kita senantiasa bermujahadah, menjaga dan menata hati kita, agar senantiasa bersih dan penuh dengan dzikir kepada Allah.

Sehingga kita termasuk orang-orang yang beruntung di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Aamiin yaa Robbal’aalamiin.

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), Pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tauhiid