Paspampres menyingkirkan kursi. (Foto: Kompas.com)

Acara yang Dibuka Jokowi Sepi, Paspampres-Panitia Singkirkan Kursi

Ngelmu.co, JAKARTA – Peresmian pembukaan BTN Digital Start-up 2018 di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (7/12/2018) dihadiri Joko Widodo cukup sepi. Hal itu terlihat dari  bangku yang berada di barisan tengah dan belakang banyak yang belum terisi.

Melihat kondisi tersebut, panitia acara hingga Pasukan Pengamanan Presiden ( Paspampres) pun menyingkirkan bangku-bangku kosong ke luar ruangan. Pembawa acara berulang kali meminta para peserta untuk segera duduk dan mengisi kursi paling depan.

Sementara, pembawa cara juga meminta penjaga booth pameran untuk mengisi kursi-kursi yang kosong. Hingga Presiden Jokowi hadir di lokasi acara pukul 09.00 WIB, masih ada sekitar 500 bangku di bagian belakang yang belum terisi.

Dalam siaran pers yang dibagikan panitia acara, acara ini akan dihadiri oleh 2.000 anak muda. Namun menurut pantauan, sekitar setengahnya yang hadir, dan sudah termasuk penjaga booth pameran.

Dalam kesempatan itu, Jokowi menilai pertumbuhan perusahaan rintisan ( start-up) di Indonesia kini tak bisa dipandang sebelah mata. Ia mencontohkan start-up di sektor transportasi, yakni Go-Jek, yang kini telah mendunia. Ia berharap perusahaan start-up lain juga bisa mengikuti jejak Go-Jek yang melakukan ekspansi ke luar negeri.

“Saya ingin lebih banyak unicorn kita yang lahir di Indonesia yaitu mengekspor teknologinya ke negara-negara lain, intervensi ke negara-negara lain,” kata Jokowi seperti dikutip Ngelmu.co dari Kompas.com.

Jokowi mengaku gembira saat Go-jek berekspansi ke Vietnam dengan nama Go-Viet. Namun, ia lebih senang lagi saat perusahan yang didirikan oleh Nadiem Makarim itu juga berniat untuk masuk ke Singapura dan Filipina.

“Saya dengar (Go-Jek) lagi mau buka Go-Sing di Singapura, mungkin namanya, mungkin, saya menebak-nebak saja. Sudah ngomong ke saya, nanti Nadiem mau juga buka di Filipina, Go-Fil,” kata Jokowi.

Jokowi mengungkapkan, saat ini pertumbuhan ekonomi digital di dalam negeri juga telah dirasakan. Bahkan, ekonomi digital pada tahun 2017 telah menyumbang 7,3 persen produk domestik bruto (PDB). Padahal, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya sekitar 5,1 persen.

“Dan di tahun ini 2018, diproyeksikan akan berkontribusi 8,5 persen terhadap PDB. Ini juga gede dan merupakan lompatan kemajuan-kemajuan,” pungkasnya.