Analisa Akhir Liga Premier 2019 : City atau Liverpool?

Diposting pada 86 views

Mampukah Sergio Aguero, sang runner-up Golden Boot, dan Man City melewati Liverpool sehingga memenangkan gelar Liga Primer ke-empat mereka dalam 1 dekade ini? Dengan 10 pertandingan tersisa, apa yang bisa kita harapkan dari sisa musim Liga Premier ini? Inilah prediksi lengkap tentang bagaimana perburuan gelar juara liga terpanas sejagat ini akan berjalan hingga Mei nanti.

Siapakah Yang Akan Memenangkan Liga?

Ini sedikit memalukan, karena setidaknya akan sedikit lebih menarik bagi kita jika diluar Big Fouryang mengambil gelar Liga Premier, tetapi Manchester City terlihat terlalu kuat. Mereka memiliki Sang Terminator Aguero yang tanpa henti mencetak gol. Dengan kelemahan Liverpool mulai tidak konsisten juga tidak berkembang, City akan mengambil gelar, mungkin, dengan beberapa pertandingan tersisa.

Siapa Yang Akan Tersisa Dari Big Four?

Liverpool akan tetap di posisi kedua, dan kecuali sesuatu yang luar biasa terjadi. Spurs akan finish ketiga. Itu mungkin terasa seperti kegagalan kecil mengingat mereka telah lama berada di dua besar klasemen. Tetapi jika perbedaan dalam sumber daya tim dan pengeluaran transfer diperhitungkan, itu masih menjadi pencapaian yang signifikan. Jika Ole Gunnar Solksjaer dapat menavigasi krisis cedera yang sedang berkembang, maka Manchester United akan mengalahkan Chelsea dan Arsenal hingga mampu melaju ke Liga Champions. 

Klub Besar Mana Yang Akan Patah Hati? Liverpool! Pasti!

Tokoh yang juga filsuf dan mantan manajer Liverpool, Brendan Rodgers, pernah berkata bahwa Anda dapat bertahan selama seminggu tanpa air tetapi tidak sedetik tanpa harapan. Masalahnya adalah tim lamanya ini (Liverpool) mungkin memiliki terlalu banyak harapan.

Baca juga : 5 Pemain Sepakbola Muslim Terganteng

Di paruh pertama musim ini, Liverpool adalah mesin kemenangan dan tim yang matang. Walau berasal dari kekacauan dan kepanikan sebelumnya, kemudian datang dewa penolong Jurgen Klopp menjadi sesuatu pembeda. Liverpool menjadi lebih terkontrol dan lebih mungkin untuk memenangkan liga untuk pertama kalinya dalam 29 tahun. Apakah menyenangkan jika mereka menyelesaikan liga hanya menjadi runner-up dengan tim hebat yang sangat kredibel seperti itu? Hampir pasti tidak. Tapi itulah kenyataannya. Liverpool yang patah hati!

Manajer Mana Yang Akan Mencari Klub Baru Musim Depan?

Marco Silva dalam posisi di ujung tanduk di Everton. Sudah cukup penurunannya walau reputasinya pernah melesat saat dia hampir membuat Hull naik. Pernah dibikin pusing oleh Watford dan beberapa saat lalu dipermainkan di Everton. Akankah dia lolos tanpa degradasi di akhir musim? Mungkin, walau berat.

Harapkan Maurizio Sarri menghilang dalam kepulan asap rokok juga, satire memang, tapi begitulah adanya. Sementara merefleksikan kekeringan trofi Liverpool selama tujuh tahun, Steve Nicol mengatakan tim Jurgen Klopp memiliki peluang besar dua kali lipat pada 2019, seharusnya.

Siapa Yang Akan Memenangkan Sepatu Emas?

Dengan permintaan maaf karena memberikan jawaban yang membosankan. Hanya ada dua nama yaitu Sergio Aguero atau Harry Kane. Pemain Argentina itu berada di jalur untuk memecahkan 20 gol liga untuk musim kelima. Sebuah rekor konsistensi yang luar biasa yang terus terang menimbulkan pertanyaan apakah dia manusia atau mesin? Rambut yang diwarnai, yang membuatnya tampak seperti mesin pembunuh dalam film sci-fi future dystopian.

Kane, meski sudah menjalani perawatan cedera selama lebih dari sebulan. Namun langsung kembali on fire mencetak gol melawan Burnley, dan dia tidak akan berhenti sampai disitu. Perlombaan ini bisa sampai ke ujung kompetisi.

Siapa Yang Akan Menjadi Pemain Terbaik Tahun Ini?

Raheem Sterling. Atau setidaknya dia seharusnya masuk dalam list teratas. Para pemain diberikan penghargaan ini untuk alasan yang lebih dari sekadar pertunjukan di atas lapangan sepanjang waktu (sebagai contoh pencapaian seumur hidup Ryan Giggs pada 2009).

Sementara ini Sterling telah menjadi salah satu pemain terbaik dalam liga yang paling konsisten. Manifestasi nyata dari pelecehan rasis yang telah dideritanya selama bertahun-tahun di Chelsea, salah satu contohnya, mampu dia tanggapi dengan nada sempurna. Di atas lapangan, dia sudah brilian dan menjadi lebih baik. Di luar lapangan, dia seorang pahlawan.

Siapa Yang Akan Terdegradasi?

Huddersfield nampaknya telah bersulang untuk say goodbye beberapa waktu lalu. Fulham juga saat ini adalah kandidat kuat. Siapa lagi yang akan bergabung dengan mereka di bawah panasnya panggangan Liga Premier? Cardiff terlihat paling rentan.

Ralph Hasenhuttl juga harus menemukan cara untuk membuat Southampton keluar dari masalah ini, Brighton memiliki terlalu banyak masalah. Newcastle telah tampak mulai merevitalisasi tim dengan tambahan tenaga baru-baru ini, Sean Longstaff dari tim yunior dan Miguel Almiron dari Atlanta United. Tim Ream, Ryan Babel dan Fulham akan membutuhkan keajaiban besar untuk bertahan dari degradasi Liga Premier sekarang.

Siapa Yang Akan Menjadi Kejutan Terbesar Dalam 10 Pertandingan Terakhir?

Dalam sebagian besar laga musim ini, Burnley telah berubah menjadi percaya diri daripada mereka sebelumnya. Mereka sebelumnya tampil tidak konsisten dan datar. Tetapi mereka telah melaju cepat dalam beberapa minggu terakhir. Dari apa yang tampak seperti akan terdegradasi sebelum pergantian tahun, mereka melanjutkan kebangkitan dan berakhir di papan atas.

Mesut Ozil akan mulai merumput kembali pada lebih dari setengah pertandingan Arsenal yang tersisa. Maurizio Sarri sesekali akan menggantikan Mateo Kovacic dengan orang lain, selain Ross Barkley. Dan Barkley dengan orang lain selain Kovacic.

Baca juga : Diperlakukan Rasis, Maher Zain Dukung Oezil

Siapa Yang Akan Kecewa Terbesar?

Chelsea di bawah pimpinan Sarri tampaknya akan menjadi yang pertama kecewa terbesar. Manajer ini akan membutuhkan lebih dari satu musim untuk menyelesaikan masalah internalnya, lagi-lagi jika belum terdepak. Ada kemungkinan bahwa metodenya tidak diterapkan dengan benar oleh tim. Terbukti Kepa saja menolak untuk diganti saat melawan Chelsea, sebuah kewibawaan pelatih yang hancur lebur.

Di tempat lain, Silva dari Everton belum berubah menjadi ancaman tim-tim besar besar seperti yang kita bayangkan. Kekecewaan terbesar Fulham, yang menghabiskan uang £ 100 juta di musim panas. Dan entah bagaimana justru membuat mereka tim ini lebih buruk.

Pemain Mana Dari Klub “Kecil” Yang Dapat Dipilih Oleh Klub-klub “Besar”?

 

Penutupan musim ini berpeluang memandu tim-tim besar dengan dana besar untuk membeli pemain baru. Ryan Sessegnon, mungkin terlalu muda untuk pertempuran Liga Premier, tetapi jelas sangat berbakat. Sehingga telah mendapat kepastian “kepindahan £ 40 juta ke Tottenham”.

Dibutuhkan lebih dari itu untuk membeli Ruben Neves dari Wolves. Tetapi dia akan bernilai tinggi dalam setiap sen yang dikeluarkan klub barunya. Kurangnya minat klub-klub besar pada Abdoulaye Doucoure tetap menjadi misteri. Dan mungkin klub akan bosan meminta Crystal Palace untuk Wilfried Zaha dan mencoba Aaron Wan-Bissaka sebagai gantinya.

Sumber : http://global.espn.com/football/english-premier-league/23/blog/post/3785200/premier-league-end-of-season-predictions-man-city-to-edge-title-man-utd-to-finish-fourth