Anggota DPRD Jabar Mengaku Malu dengan Kinerja Ridwan Kamil Tangani Longsor dan Banjir

Diposting pada 7.178 views

Ngelmu.co – Salah seorang anggota DPRD Jawa Barat, Asep Wahyuwijaya, mengaku malu dengan kinerja Ridwan Kamil (Emil), sebagai Gubernur Jabar, dalam menangani bencana, khususnya yang terjadi di Kabupaten Bogor.

Lamban dan Dinilai Tak Memiliki Empati

Pasalnya, penanganan Pemprov Jabar terhadap para korban banjir dan longsor, dinilai berjalan lamban. Meski sudah 10 hari berlalu.

Bahkan Asep menilai, Emil masih membeda-bedakan perlakuan kepada para korban banjir, berdasarkan hasil Pilgub 2018 lalu.

“Gubernur Jabar Ridwan Kamil, tak memiliki empati sama sekali atas bencana yang terjadi di Kabupaten Bogor,” kata Asep, seperti dilansir Radar Bogor, Senin (13/1).

“Padahal Presiden beserta jajaran pejabat terkait dibawahnya saja semua turun ke lokasi bencana,” sambungnya.

Beberapa wilayah di Kabupaten Bogor yang mengalami banjir adalah Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri.

Sementara banjir dan longsor paling parah, terjadi di Kecamatan Cigudeg, Jasinga, Sukajaya, Tenjo, dan Parung Panjang.

Di wilayah barat—khususnya Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor—saat Pilgub lalu, suara Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum memang rendah.

Tetapi menurut Asep, saat ini semua pihak harus diakui sebagai warga, meskipun mereka tak memilih Emil di Pilgub lalu.

Terlebih dalam kesulitan menghadapi bencana, gubernur dinilai harus hadir di tengah-tengah mereka.

Sebut Emil Kekanak-kanakan

Asep pun menyoroti biaya tak terduga (BTT) dari Pemprov Jabar yang diberikan untuk menanggulangi bencana alam di Kabupaten Bogor.

Diketahui, kabupaten Bogor yang mengalami dampak bencana lebih besar, diberikan Rp1,5 miliar, sedangkan Karawang Rp1 miliar, dan Bekasi Rp2,5 miliar.

“Tolong dicatat ya, saya sama sekali tidak bermaksud untuk tidak bersyukur atas segala pemberian tersebut. Sama sekali bukan itu,” kata Asep.

“Hanya, saya sendiri sebagai bagian dari Pemprov Jabar, amat malu dengan perilaku kekanak-kanakan yang dipertontonkan Gubernur Jabar Ridwan Kamil ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut ia menyayangkan, alat berat yang dikirim ke lokasi bencana pun rusak, serta bantuan sembako hanya berjumlah 20 kotak plastik.

“Masa untuk urusan kemanusiaan, Ridwan Kamil malah terkesan pelit dan bahkan seperti tak mau menyambangi sama sekali,” kritik Asep.

Baca Juga: Tinjau Lokasi Banjir, Ridwan Kamil Terbang dengan Helikopter

Sementara itu, ia dan Anggota Komisi 5 DPRD Jabar, sudah mendatangi para korban bencana banjir dan longsor di seluruh Jabar, tepatnya pada 7-10 Januari lalu.

Mereka mendatangi korban banjir di Jati Asih, Kota Bekasi, serta berkoordinasi dengan Pemkab Bogor, Kemensos, dan BNPB di Jakarta untuk penanganannya.

Dari hasil kunjungan itu, Emil dinilai tak siap menghadapi bencana yang terjadi di Jabar.

Hal itu menjadi preseden buruk, lanjut Asep, mengingat wilayahnya berada di posisi dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi.

“Maka, kami dorong dana BTT dalam APBD per tahunnya ditambah dari angka Rp50 miliar per tahun, menjadi Rp75-Rp100 miliar per tahun,” bebernya.

“Agar Pemprov Jabar tak segan-segan dalam memberikan bantuan kepada korban bencana alam di Jawa Barat,” pungkas Asep.