Anies Melayat dan Menggotong Jenazah Korban Rusuh Jakarta

 

Siang tadi melayat salah satu korban kerusuhan tadi malam, usai disolatkan di Masjid Al Mansyur, salah satu masjid tertua di Jakarta, yaitu di Jembatan Lima, Tambora.

Korban tersebut bernama Adam Nooryan, usianya baru 19 tahun. Ia meninggal di RSUD Tarakan pada Rabu pagi. Tadi pagi kami bertemu dengan ibu dan ayahnya di Ruang Jenazah. Mereka berdua pribadi tabah dan tangguh. Duka itu memang tidak bisa disembunyikan, tapi pancaran ikhlas lebih nampak di wajah mereka.

Kepada keluarga dan masyarakat di sini, kami sampaikan bahwa peristiwa ini tentu amat mengejutkan. Oleh karena itu, kita mendoakan agar Keluarga diberikan ketabahan dan masyarakat di lingkungan juga sini diberikan kesabaran, serta menjaga ketenangan bersama.

Unjuk rasa di depan Bawaslu Jl. MH Thamrin selasa malam, berjalan damai dan selesai setelah shalat tarawih. Lalu menjelang tengah malam, muncul pribadi-pribadi tak dikenal di kawasan Tanah Abang dan Petamburan yang memancing konflik dan perseteruan.

Oleh karena itu, pesan pada semua bahwa Jakarta memang terbuka bagi semua warga Indonesia. Silahkan berkegiatan di Ibukota. Tapi Jakarta bukan tempat untuk perusuh. Cukup sudah nyawa melayang. Satu nyawa hilang saja sudah terlalu banyak, jangan sampai peristiwa semalam berulang.

Jika ada diantara kita yang melihat pihak-pihak yang memancing kericuhan agar laporkan dan hentikan sama-sama. Jangan ikut-ikutan dalam bentrokan.

Mari jaga diri, jangan sampai mengikuti pancingan bila ada yang cenderung membangun konflik. Bagi para petugas yang bertugas mengamankan, melayani kebutuhan kesehatan dan melindungi dari kebakaran, pesan saya: pandanglah setiap sesama sebagai saudara sebangsa dan amankan serta lindungi semua sebagai ikhtiar untuk melindungi seluruh warga.

InsyaaAllah, Jakarta selalu dalam suasana yang teduh dan damai.