Duka Anies Syekh Muhammad Adnan

Anies Sampaikan Duka dan Doa atas Berpulangnya Syekh Muhammad Adnan

Diposting pada 219 views

Ngelmu.co – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, turut menyampaikan duka dan doa, atas berpulangnya Mufti Damaskus Suriah, Syekh Muhammad Adnan Al-Afyouni.

Sebagaimana ia, sampaikan lewat media sosial pribadinya, Jumat (23/10).

“Pagi ini, kabar duka itu datang. Syekh Muhammad Adnan Al-Afyouni, berpulang ke Rahmatullah,” tulis Anies.

“Mufti Agung Damaskus, itu wafat setelah luka parah akibat bom di mobilnya. Dini hari yang kelam di Damaskus. Duka mendalam bagi semua,” sambungnya.

Pada Jumat, 18 Januari 2019, Syekh Adnan, juga sempat bersilaturahmi ke Balai Kota DKI.

“Kita diskusi panjang, soal-soal umat dan tantangan kemanusiaan dunia. Seorang alim yang amat bijak,” kata Anies.

“Ilmunya dalam, cakrawala berpikirnya luar biasa luas, dan pandangan-pandangannya meneduhkan. Pertemuan yang amat mengesankan,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, almarhum, juga menjadi khotib sholat Jumat.

“Hari Jumat pula, Ia, pulang lebih dulu ke Rahmatullah. Doakan Allahyarham syahid, di-muliakan di sisi-Nya,” ujar Anies.

“Dan pada jemaah sholat Jumat, di mana pun, mari kita tegakkan sholat ghaib untuk Syekh Muhammad Adnan Al-Afyouni,” lanjutnya.

“Insya Allah, siang ini, di hari Jumat yang penuh berkah ini, dari masjid di Balai Kota, yang Ia pernah beri khotbah, yang Ia pernah sujud menempelkan keningnya, akan dikirimkan doa dan tegakan sholat ghaib untuknya,” pungkas Anies.

Baca Juga: Wafat, Insya Allah Mufti Damaskus Suriah Syekh Muhammad Adnan Syahid

Mengutip kabar dari Syrian Arab News Agency (SANA), “Syekh Adnan Al-Afyouni, mufti dari Damaskus, dan daerah pinggirannya, menjadi martir setelah teroris mengebom mobilnya.

Syekh Adnan, juga merupakan satu dari ulama Islam, Suriah, yang paling menonjol.

Ia, juga kerap menggelar acara keagamaan, bersanding dengan pemerintahan Presiden Bashar Al Assad.

Syekh Adnan, juga tegas mengecam terorisme, serta berdoa untuk pemerintah dan tentara Suriah.

Ia, selalu mendengungkan gagasan persatuan dan rekonsiliasi, pada berbagai kesempatan.

Demikian pula saat terlibat dalam seminar-seminar, Indonesia.

Almarhum, juga memiliki kedekatan dengan sejumlah tokoh ulama Indonesia, seperti Habib Luthfi bin Yahya, dan almarhum KH Hasyim Muzadi.