Apa Itu Radikalisme?

Diposting pada 80 views

Ngelmu.co – Pengertian radikalisme menurut para ahli adalah suatu ideologi (ide atau gagasan) dan paham, yang ingin melakukan perubahan pada sistem sosial serta politik, dengan menggunakan kekerasan dan cara-cara ekstrim.

Melansir dari berbagai sumber, sikap dan tindakan seseorang atau kelompok tertentu yang menggunakan cara-cara kekerasan dalam mengusung perubahan yang diinginkan, menjadi inti dari tindakan radikalisme.

Kelompok radikal, umumnya menginginkan perubahan dalam waktu yang singkat dan secara drastis, serta bertentangan dengan sistem sosial yang berlaku.

Radikalisme juga kerap dikaitkan dengan terorisme, karena kelompok radikal dapat melakukan cara apa pun, agar keinginannya tercapai, termasuk meneror pihak yang tidak sepaham dengan mereka.

Walaupun banyak yang mengaitkan radikalisme dengan Agama tertentu, pada dasarnya radikalisme adalah permasalahan politik, bukan ajaran Agama.

Radikalisme sudah ada sejak zaman dahulu, dalam diri manusia. Istilah ‘Radikal’, pertama kali dikenal usai Charles James Fox memaparkan tentang paham tersebut, di tahun 1797.

Saat itu, Charles James Fox menyerukan ‘Reformasi Radikal’ dalam sistem pemerintahan di Britania Raya (Inggris). Reformasi tersebut, dipakai untuk menjelaskan pergerakan yang mendukung revolusi parlemen di negara tersebut.

Hingga akhirnya, ideologi radikalisme mulai berkembang, dan berbaur dengan ideologi liberalisme.

Ironinya, radikalisme sering dikaitkan dengan agama tertentu, khususnya Islam. Hal ini terlihat dari adanya kelompok ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) yang melakukan teror terhadap beberapa negara di dunia.

Mereka membawa serta menyebutkan simbol-simbol agama Islam, dalam setiap aksi terornya. Tindakan ISIS, pada akhirnya membuat sebagian masyarakat dunia menganggap ISIS adalah gambaran dari ajaran Islam.

Namun, dengan tegas dinyatakan, hal tersebut tidak benar, itu keliru. Karena sebagian besar umat Islam justru mengutuk tindakan keji yang dilakukan oleh ISIS.

Radikalisme sangat mudah kita kenali, karena pada umumnya, penganut ideologi ini ingin dikenal (terkenal), dan ingin mendapat dukungan yang lebih banyak lagi. Itulah sebabnya, penganut radikalisme selalu menggunakan cara-cara yang ekstrim.

Berikut ciri-ciri radikalisme:

  1. Radikalisme adalah tanggapan pada kondisi yang sedang terjadi, tanggapan tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk evaluasi, penolakan, bahkan perlawanan dengan keras.
  2. Melakukan upaya penolakan secara terus-menerus, dan menuntut terjadinya perubahan drastis yang diinginkan.
  3. Orang-orang yang menganut paham radikalisme, biasanya memiliki keyakinan yang kuat terhadap program yang ingin mereka jalankan.
  4. Penganut radikalisme tak akan segan menggunakan cara kekerasan dalam mewujudkan keinginan mereka.
  5. Penganut radikalisme memiliki anggapan, bahwa semua pihak yang berbeda pandangan dengan mereka adalah bersalah.

Mengacu pada pengertian radikalisme di atas, maka paham ini bisa terjadi karena adanya beberapa faktor penyebab, di antaranya:

Faktor Pemikiran

Radikalisme bisa berkembang karena adanya pemikiran bahwa segala sesuatu harus dikembalikan ke agama, walaupun dengan cara yang kaku dan menggunakan kekerasan.

Faktor Ekonomi

Masalah ekonomi juga berperan, membuat paham radikalisme muncul di berbagai negara. Ketika manusia berusaha bertahan hidup, dan terdesak karena masalah ekonomi, maka manusia bisa melakukan apa saja, termasuk meneror sesama.

Faktor Sosial

Masih erat hubungannya dengan faktor ekonomi, sebagian masyarakat kelas ekonomi lemah, biasanya akan berpikiran sempit, sehingga mudah percaya pada tokoh-tokoh radikal, karena mereka anggap bisa membawa perubahan drastis, pada hidup mereka.

Faktor Psikologis

Peristiwa pahit dalam hidup seseorang, juga bisa menjadi faktor penyebab radikalisme. Masalah ekonomi, masalah keluarga, masalah percintaan, rasa benci dan dendam, semua itu berpotensi membuat seseorang menjadi radikalis.

Faktor Politik

Adanya pemikiran sebagian masyarakat, bahwa seorang pemimpin negara hanya berpihak pada pihak tertentu, hingga mengakibatkan munculnya kelompok-kelompok masyarakat yang terlihat ingin menegakkan keadilan.

Kelompok-kelompok itu bisa dari kelompok sosial, agama, maupun politik. Namun, alih-alih menegakkan keadilan, kelompok-kelompok itu justru sering memperparah keadaan.

Penganut radikalisme tidak bisa melihat kenyataan yang sebenarnya, karena beranggapan bahwa semua yang berseberangan pendapat dengan mereka adalah salah.

Biasanya, mereka memakai cara kekerasan dan cara negatif lainnya, untuk mewujudkan tujuannya. Penganut radikalisme juga menganggap semua pihak yang berbeda pandangan dengannya sebagai musuh yang harus disingkirkan. Mereka pun tak pernah peduli dengan HAM (Hak Asasi Manusia).