Turki AS Hagia Sophia

AS Desak Status Museum Hagia Sophia Dipertahankan, Turki: Jangan Ikut Campur

Diposting pada 180 views

Ngelmu.co – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo, mendesak Ankara, mempertahankan status Hagia Sophia sebagai museum. Pemerintah Turki, pun menanggapi dengan tegas.

Persoalan Hagia Sophia adalah urusan internal negara, hak kedaulatan Turki.

Siapapun tak berhak ikut campur dalam penentuan kedaulatan sebuah negara.

Demikian yang disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Turki, Hami Aksoy.

“Hagia Sophia yang terletak di tanah kami adalah milik Turki, seperti semua aset budaya kami,” tuturnya, seperti dilansir aa.con.tr, Jumat (3/7).

“Setiap orang bebas mengekspresikan pendapatnya. Namun, tak berhak berbicara mengenai kedaulatan kami dengan kata-kata, ‘kami mendesak’ atau ‘kami menuntut’,” sambungnya.

“Kami terkejut dengan pernyataan yang dibuat oleh Departemen Luar Negeri AS tentang Hagia Sophia,” imbuh Aksoy.

“Kami melindungi semua aset budaya, termasuk Hagia Sophia, tanpa diskriminasi dalam kerangka tradisi toleransi dari budaya dan sejarah kita,” lanjutnya.

Baca Juga: Erdogan Pertanyakan Keberadaan Israel pada Peta Palestina 1947 di Majelis Umum PBB

Sebelumnya, Pompeo, mendesak Turki untuk mempertahankan status Hagia Sophia sebagai museum.

Ia mengatakan, pemerintah Turki telah mengelola Hagia Sophia sebagai museum, dan secara resmi diakui oleh UNESCO.

“Status museum harus dipertahankan sebagai contoh komitmen (Turki) untuk menghormati tradisi agama dan sejarah yang beragam, yang berkontribusi pada Turki,” kata Pompeo.

AS menilai, perubahan dalam status bisa mengurangi nilai warisan.

“(Hagia Sophia) Bangunan yang luar biasa dan sangat langka di dunia modern ini,” ujar Pompeo.

“Melayani umat manusia, (pun) sebagai jembatan yang sangat dibutuhkan antara mereka yang berbeda tradisi agama dan budaya,” pungkasnya.

Pompeo berharap, AS bisa mempertahankan dialog dengan Turki, soal pelestarian situs-situs keagamaan dan budaya.

Tetapi pada tahun lalu, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyampaikan soal pertimbangan pemerintahannya, mengubah kembali Hagia Sopia, menjadi masjid.