Berita  

Bahaya Kebocoran Data, Mengapa Justru Nampak Biasa?

Kebocoran Data eHAC
Foto: Antara/Andi Firdaus/Pri

Data-data yang Bocor

Bukan hanya mengungkap data pribadi 1,3 juta pengguna eHAC, menurut VPN Mentor, kebocoran juga mengungkap seluruh infrastruktur seputarnya.

Termasuk catatan pribadi dari berbagai rumah sakit, bahkan tenaga kesehatan yang menangani pelaku perjalanan.

“Pemerintah Indonesia memperkenalkan electronic Health Alert Card (eHAC) untuk membantu menangkal penyebaran Covid-19 di negara itu.”

“Aplikasi ini diwajibkan bagi pelaku perjalanan yang memasuki Indonesia, dari luar negeri, baik WNI maupun warga asing, juga disyaratkan untuk penerbangan domestik.”

Pelaku perjalanan harus mengunduh eHAC ke ponsel, guna menyimpan status kesehatan terkini mereka, dan informasi lainnya.

Lantas, apa saja informasi pengguna eHAC yang bocor? Berikut di antaranya:

  • Data tes Covid-19;
  • Kartu identitas pelaku perjalanan;
  • Identitas rumah sakit;
  • Nomor antrean;
  • Nomor referensi;
  • Alamat;
  • Tipe tes Covid [PCR, rapid antigen, lainnya, beserta tanggal dan lokasi];
  • Hasil tes Covid dan tanggal dikeluarkan; serta
  • Identitas dokumen eHAC.

Kebocoran juga terjadi pada data dari 226 rumah sakit serta klinik di Indonesia:

  • Rincian rumah sakit [nama, nomor lisensi, lokasi pasti dilengkapi koordinat, nomor WhatsApp, jam operasional];
  • Nama penanggung jawab bagi pelaku perjalanan;
  • Nama dokter yang menangani pelaku perjalanan;
  • Daya tampung rumah sakit;
  • Jenis tes yang dilakukan rumah sakit tersebut;
  • Jumlah tes yang dilakukan setiap hari;
  • Jenis pelaku perjalanan yang ditangani rumah sakit tersebut;

Sederet identitas pengguna juga bocor:

  • Detail pelaku perjalanan [nomor paspor/KTP, nama lengkap, nomor telepon, pekerjaan, jenis kelamin, dan lainnya];
  • Paspor dan foto profil di akun eHAC;
  • Detail hotel pelaku perjalanan; hingga
  • Detail tentang akun eHAC perjalanan dan kapan dibuat.

Halaman selanjutnya >>>

Klarifikasi Kemenkes…