Banjir di Ibu Kota Baru: Sawah, Pasar, dan Sekolah Terendam

  • Bagikan
Banjir di Ibu Kota Baru
Wilayah Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, calon ibu kota baru RI. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Ngelmu.co – Presiden Joko Widodo (Jokowi), pada Jumat (24/1) lalu, mengatakan jika Kalimantan Timur yang dipilih sebagai pengganti DKI Jakarta, sebagai ibu kota baru, akan bebas dari banjir dan macet.

Banjir di Ibu Kota Baru

Namun, Desa Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, yang terletak di provinsi tersebut, terendam banjir setelah hujan deras turun sejak Kamis (30/1) pagi.

Kepala Desa, Kastiyar, mengatakan banjir telah menggenangi sawah yang baru selesai ditanami pada bulan lalu, Desember 2019.

Selain sawah seluas 3 kilometer persegi, banjir juga merendam pasar Desa, hingga SDN 020.

“Di bagian wilayah penduduk sebelah barat, banjir sudah mencapai tinggi 50 sentimeter. Di situ hanya beberapa rumah. Ini banjir tahunan, memang daerah situ tempatnya agak rendah,” jelas Kastiyar, seperti dilansir CNN, Kamis (30/1).

“Untuk Bumi Harapan yang terkadang ada hujan, hujan dua jam, pasti di situ banjir, tapi nanti mungkin satu jam dua jam langsung surut, asal air laut enggak naik,” sambungnya.

Normalisasi parit yang terhubung ke sungai, telah dilakukan dari ujung paling atas, tetapi banjir lebih dulu merendam sebelum pekerjaan selesai.

“Kita sudah kerjakan normalisasi parit, belum tembus ke situ (sungai) sudah keburu banjir,” kata Kastiyar.

Sementara menurut penuturan seorang warga, Eva, hujan yang mengguyur sejak Kamis (30/1) subuh, mengakibatkan air meluap hingga ke jalan raya.

Ia mengatakan, drainase memang lumayan besar dan bagus, tetapi tetap tak bisa mencegah banjir yang meluap.

“Hujan mulai Subuh, pukul 04.00 dini hari sampai pukul 07.00 (waktu setempat) masih gerimis,” jelas Eva.

Bergerak ke sekolah yang juga terendam banjir, Kepala Tata Usaha SD 020, Sintiya Puspita Sari, mengatakan pihaknya meliburkan 277 siswa.

Ia juga mengatakan, bukan kali ini saja sekolah diliburkan karena terendam banjir.

“Kepala sekolah pagi tadi sebelum masuk sekolah, ada meninjau banjir, lalu beliau putuskan semua anak anak diliburkan,” kata Sintiya.

Desa yang Terdampak Banjir

Di sisi lain, banjir disebut tak merendam desa Bumi Harapan sepenuhnya.

Seperti yang disampaikan Kepala sub Bidang kedaruratan Badan penaggulan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Penajam Paser Utara, Samudri.

“Itu ‘kan pegunungan ‘kan. Nah, aliran yang lembah itu, perlu ada aliran sungai, ada beberapa yang perlu dibesarkan. Mungkin ada penyempitan, ada sawah di bawahnya,” kata Samudri.

UPT setempat sudah melakukan upaya pelebaran aliran sungai, tetapi masih terkendala sawah-sawah yang memang milik warga.

“ini yang akan kita tindak lanjuti ulang, supaya nanti, ketika ada banjir tahunan, lebih cepat penanganannya menuju ke arah laut,” pungkas Samudri.

Baca Juga: Bicara soal Ibu Kota Baru, Jokowi: Enggak Ada Banjir dan Macet

Sebelumnya, saat mencanangkan sensus penduduk 2020, sembari memutar video rencana pembangunan, Jokowi mengatakan, ibu kota baru akan bebas banjir dan macet.

“Tidak ada ibu kota seluruh dunia seperti ini nanti. Transportasi massal semuanya elektrik vehicle, autonomous vehicle. Banyak orang jalan kaki banyak orang bersepeda. Enggak ada banjir, enggak ada macet,” tuturnya, di Istana Negara, Jumat (24/1).

Selain masyarakat luas, pernyataan Jokowi soal tak ada banjir di ibu kota baru, juga dipertanyakan oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi).

“Kita enggak tahu jaminannya dari mana. Sama seperti menjamin kalau banjir di Jakarta tidak akan terjadi kalau dia menjadi presiden,” kata Kepala Desk Politik Walhi, Khalisa Khalid, di Kawasan Cikini, Jakarta, Rabu (28/1).

“Kan sama kalau mau ngomongin cuma slogan-slogan kayak gitu. Toh tidak jadi jaminan juga ketika dia jadi presiden yang seperti dia sampaikan dulu,” sambungnya.

  • Bagikan