Belum Dibayar, Massa Pendukung Jokowi-Ma’ruf Tagih Rp50 Ribu ke Panitia Kampanye

Diposting pada 4.643 views

Ngelmu.co – Ada permasalahan yang muncul, setelah kampanye terbuka kubu petahana Jokowi-Ma’ruf, selesai digelar di Lapangan Pelabuhan Perikanan Bastiong Ternate, Maluku Utara, Ahad (7/4). Massa terlihat menumpahkan amarahnya di media sosial, sembari menagih uang sebesar Rp50.000 ke pihak panitia.

Secara tegas, Kiki Nuraini yang merupakan koordinator massa kampanye capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf, Maluku Utara, menyampaikan jika sampai detik ini, mereka belum dibayar pihak panitia.

Padahal, kampanye yang dipelopori oleh Aliansi Anak Negeri Indonesia Timur Maluku Utara itu sudah mempunyai kesepakatan awal, yakni imbalan uang sebesar Rp 50.000 untuk setiap orang yang menghadiri kampanye. Dan, uang tersebut seharusnya diserahkan setelah acara selesai.

“Tapi sampai sekarang dorang (mereka—pihak panitia) belum kasih (uang). Saya ditagih massa kampanye. Karena saya koordinator,” ujar Kiki, di Ternate, Rabu (10/4), seperti dilansir dari Kumparan.

Karena merasa buntu menghadapi massa yang menagih janji tersebut, Kiki akhirnya menyampaikan protes melalui tulisan yang ia unggah di media sosial Facebook. Meski kini, dua unggahannya tersebut sudah dihapus.

“Pihak aliansi yang minta. Jadi saya hapus. Tapi mereka janji akan cairkan uangnya. Tapi sampai sekarang belum,” ungkap Kiki.

Ia menyebut jika dirinya sudah bertemu dengan Ketua Aliansi Anak Negeri Indonesia Timur Maluku Utara, Akmal Iskandar Alam. Dan mereka sudah membahas persoalan ini. Pada kesempatan itulah, Akmal sempat meminta Kiki untuk menghapus postingannya di media sosial, agar proses pencairan anggaran bisa segera dilakukan. Dalam hal ini, Kiki mengaku diancam.

“Kalau kita (saya) mau lawan ngana (kamu), bisa. Karena jumlah torang (kami) banyak. Sedangkan ngana (kamu—Kiki) hanya seorang diri,” kata Kiki menirukan apa yang Akmal ucapkan.

Akmal juga meminta Kiki menunggu di salah satu pelabuhan penyeberangan speedboat di Ternate, setelah dari pertemuan tersebut.

“Saya menunggu hingga jam 2 malam, tapi mereka tidak datang,” jelas Kiki.

Dalam kampanye tersebut, Kiki mengaku jika sejumlah massa yang berasal dari beberapa kelurahan di Ternate, turut dilibatkan. Seperti Kelurahan Tobona, Kampung Pisang, Tanah Tinggi, Bastiong, Mangga Dua, Kalumata, dan beberapa kelurahan lainnya.

“Saya koordinator massa kampanye dari Kelurahan Tobona. Jumlah kami sekitar 80 orang. Tapi kami gabung dengan Kampung Pisang. Jadi sekitar ratusan. Setahu saya, sebagian kelurahan sudah dibayar. Kecuali Tobona,” tandasnya.