Tuhan Tak Perlu Dibela

Benarkah Tuhan Tak Perlu Dibela? Ini Jawaban UAS

Diposting pada 590 views

Ngelmu.co – Kamis (17/10) lalu, Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Moeldoko sebut Tuhan tak perlu dibela. Pernyataan itu pun langsung menjadi kontroversi, dan menuai tanggapan dari berbagai kalangan, salah satunya warganet dengan akun Twitter @sayanaima.

Tuhan Tak Perlu Dibela?

Ia menjawab pernyataan Moeldoko, dengan membagikan potongan ceramah lawas Ustadz Abdul Somad (UAS), yang menjelaskan, mengapa umat Islam, harus membela agama Allah.

“Menolong Agama Allah, ‘Sungguh Allah akan menolong orang yang membela-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa,’ (QS. al-Hajj: 40).

‘Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolong kalian dan mengokohkan kaki kalian,” (QS. Muhammad: 7),” tulis Naima, dilengkapi potongan video ceramah UAS.

Penjelasan UAS

Dalam video berdurasi 57 detik itu, UAS menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan pertanyaan Moeldoko, saat mengisi kuliah umum di Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta.

“Sulitkah bagi Allah menolong agamanya? Allah Maha Besar. Innama Amruhu Idza Arada Syaian An Yaqula Lahu Kun Fayakun Wa Huwa ‘ala Kulli Syai’in Qodir,” kata UAS.

Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Lantas, mengapa kita perlu menolong agama Allah (Islam)?

“Bukankah Dia Al-Aziiz (Maha Perkasa), Al-Jabbar (Maha Memiliki Kegagahan), Al-Mutakabbir (Maha Memiliki Kebesaran). Dzul Jalalli Wal Ikram. Kenapa makhluk yang lemah ini (manusia), disuruh untuk menolong agamanya?” kata UAS.

“Dia katakan dalam kitab suci-Nya, ‘Intan Surullaha’, kalau kau tolong agama Allah, ‘Yansurkum’, Dia akan menolong kamu. Dia bukan tidak sanggup untuk menolong agama-Nya. Dia Maha Kuasa untuk membolak-balikkan dunia ini. Tapi Dia ingin menguji hamba-hamba-Nya, ‘Hambaku yang kutitipkan kekuasaan, sudikah engkau diuji dengan kekuasaan’,” pungkasnya.

Pernyataan Moeldoko

Meski UAS menyampaikan ceramahnya jauh sebelum Moeldoko mengeluarkan pernyataan kontroversial, penjelasan UAS tetap dinilai bisa menjawab ‘kekeliruan’ Moeldoko.

“Apakah agama berpengaruh terhadap stability? Iya. Sekarang ini banyaklah yang mengklaim paling benar dengan agamanya. Dia sudah bisa mendefinisikan dengan masuk surga, orang lain masuk neraka. Langsung mendefinisikan ‘lo bukan bagian gua, lo kafir, lo buta’. Ini, ini salah satu kondisi yang pada akhirnya menciptakan unstability,” kata Moeldoko.

Dalam sesi tanya-jawab di kuliah umum bertajuk ‘Tantangan Ketahanan Nasional Masa Kini’ itu, Moeldoko menjawab pertanyaan soal ‘Apakah faktor agama mempengaruhi stabilitas negara Indonesia seperti terjadi di negara-negara Timur Tengah lewat fenomena Arab Spring?’, dengan balik mempertanyakan fungsi FPI.

“Saya orang Islam, orang Islam tidak dalam kondisi perlu perlindungan, orang Islam mayoritas katanya, paling banyak. Mengapa harus ada apa itu, Front Pembela Islam? Apa yang dibela?” lanjut Moeldoko, seperti dilansir Detik.

“Ya sorry ya, aku langsung ngomong blak-blakan aja ‘kan gitu. Emangnya Islam sedang dijajah oleh orang lain apa? Apalagi itu dibela? Tuhan kok dibela? Ngapain? Dia enggak perlu pembelaan,” pungkasnya.

Pernyataannya itulah yang akhirnya menyebabkan kontroversi di tengah masyarakat.