Berhentilah Membenturkan PKS dengan Pancasila

Ngelmu.co – Jika ada partai politik yang kerap distigmatisasi tidak Pancasila, maka itu adalah PKS. Partai Dakwah ini selalu dibenturkan dengan ideologi bangsa tersebut. PKS dianggap anti NKRI, radikal hingga anti kebhinekaan.

Tuduhan-tuduhan itu terus menggelinding sampai kini meski fakta di lapangan berbeda. Apakah karena kadernya tidak melaksanakan upacara Hari Kelahiran Pancasila setiap 1 Juni?

Entahlah. Tapi yang pasti, walau tudingan-tudingan miring terus saja dihembuskan, PKS tak kenal henti berkhidmat untuk masyarakat Indonesia yang plural.

Saat aksi peduli bencana misalnya, kader PKS menolong korban tanpa melihat suku, agama dan golongan. Tidak ada pertanyaan sebelum menolong, “Bapak dari agama apa? Muslim atau non muslim?”.

Atau ketika membuka posko mudik yang dilakukan setiap tahun saat Idul Fitri. Semua suku diterima. Semua golongan dilayani. Semua ras dijamu sebaik mungkin.

Tidak ada penolakan, misalnya dengan berkata, “Maaf Pak, karena bapak dari Bali, maka kami tidak bersedia melayani.”

Sampai kapan pun, usaha membenturkan PKS vis a vis Pancasila akan gagal. Karena Islam yang menjadi ideologi PKS satu tarikan nafas dengan Pancasila.

Simak pernyataan retoris Mohamad Natsir yang diabadikan dalam karyanya yang melegenda Capita Selecta. Natsir bertanya saat berpidato pada acara Nuzulul Qur’an di Istana Negara, Mei 1973.

Tanya Natsir:

Bagaimana mungkin ajaran al-Qur’an yang memancarkan tauhid dapat apriori (bertentangan) dengan ide Ketuhanan Yang Maha Esa?

Bagaimana mungkin ajaran al-Qur’an yang ajaran-ajarannya penuh dengan kewajiban menegakkan ‘ijtima’iyah bisa apriori (bertentangan) dengan keadilan sosial?

Bagaimanana mungkin ajaran al-Qur’an yang justru memberantas feodal dan pemerintahan sewenang-wenang, serta meletakkan dasar musyawarah dalam susunan pemerintahan, dapat apriori (bertentangan) dengan apa yang dinamakan Kedaulatan Rakyat?

Bagaimana mungkin ajaran al-Qur’an yang menegakkan istilah islahu bainan naas sebagai dasar-dasar pokok yang harus ditegakkan umat Islam, dapat apriori (bertentangan) dengan apa yang disebut Perikemanusiaan?

Bagaimana mungkin ajaran al-Qur’an yang mengakui adanya bangsa-bangsa dan meletakkan dasar yang sehat bagi kebangsaan, dapat apriori (bertentangan) dengan Kebangsaan?

Jadi, berhentilah menyudutkan PKS anti Pancasila. Sebab ibarat melukis di atas air, tak akan pernah berhasil. Sia-sia belaka.

Selamat Hari Kelahiran Pancasila

Oleh: Erwyn Kurniawan