Ceramah UAS yang Batal Digelar

Berikut Daftar Ceramah UAS yang Batal Digelar di Beberapa Daerah

Diposting pada 1.317 views

Ngelmu.co – Batalnya tabligh akbar Ustadz Abdul Somad (UAS), hari ini, Selasa (8/10), bukan yang pertama kali. Karena sebelumnya, UAS sempat beberapa kali ditolak ber-taushiyah, di berbagai daerah. Penyebabnya beragam. Dilansir Ngelmu dari berbagai sumber, berikut daftar ceramah UAS yang batal digelar:

Ceramah UAS yang Batal Digelar

Penyebar Video UAS

Jawa Tengah dan Jawa Timur, September 2018

UAS sempat mendapat ancaman dan intimidasi terkait rencana ceramah di beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Maka, ia memutuskan untuk membatalkan rencana taushiyah-nya, September 2018 lalu.

“Beberapa ancaman, intimidasi, pembatalan, dan lain-lain terhadap taushiyah di beberapa daerah seperti di Grobogan, Kudus, Jepara, dan Semarang,” tutur UAS, Senin (3/9/2018).

Selain itu, di bulan September-Oktober 2018, UAS juga batal berceramah di Malang, Solo, Boyolali, Jombang, Kediri, dan Yogyakarta.

“Mohon maaf atas keadaan ini, harap dimaklumi, dan mohon doakan selalu,” sambungnya.

Rencana kedatangan UAS ke Pondok Pesantren Alhusna Mayong, Jepara, Jawa Tengah, disebut menuai kontroversi.

Lebih lanjut, GP Ansor NU menilai, kedatangan UAS rawan ditunggangi oleh kelompok organisasi yang telah dibubarkan oleh pemerintah.

“Berkaitan dengan rencana kedatangan UAS di Pondok Pesantren Alhusna Mayong, Kabupaten Jepara, pada 1 September 2018, kami menilai bahwa UAS hanya dijadikan domplengan belaka oleh ormas yang telah dibubarkan pemerintah,” kata Ketua PC GP Ansor Kabupaten Jepara, Syamsyul Anwar, Kamis (30/8/2018).

PGN Jateng juga memberikan pernyataan:

“PGN Jateng menolak keras dan mendesak tidak memberikan izin kegiatan yang diselenggarakan oleh gerakan radikal yang menebarkan kebencian, fitnah dan permusuhan, melarang dan menolak kehadiran Ustadz Abdul Somad yang berpotensi menimbulkan keresahan,” demikian tertulis dalam surat yang ditandatangani oleh Panglima Tertinggi PGN, Nurul Arifin.

Kudus, Oktober 2019

Hari ini, tabligh akbar UAS kembali batal digelar, di salah satu daerah yang sama, pada tahun 2018 lalu, yakni Kudus, Jawa Tengah.

Bertajuk “Urip Iku Urup”, acara yang sebelumnya akan digelar di Pondok Pesantren Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Al Achsaniyyah, Jalan Mayor Kusmanto, Desa Pedawang, Kecamatan Bae, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (8/10), resmi dibatalkan.

Ketika dikonfirmasi, pengasuh Ponpes, KH. Moh. Faiq Afthoni mengatakan, pihaknya membatalkan UAS untuk mengisi acara, demi kepentingan bersama.

“Ya hadir kunjungan saja, tapi tabligh akbar ditiadakan,” tuturnya melalui pesan singkat, Senin (7/10).

“Demi kemaslahatan bersama,” sambungnya.

UAS dinyatakan akan tetap hadir, tetapi hanya untuk berkunjung dan meletakan batu pertama pembangunan ruang keterampilan anak-anak di Ponpes tersebut.

Masyarakat Bersedih karena Ceramah UAS yang Batal Digelar

Penolakan yang berujung pembatalan ceramah UAS di berbagai daerah itu, membuat banyak pihak terluka.

Mereka mengaku sedih, bukan hanya karena tak bisa mendengarkan langsung ilmu dari guru tercinta, tapi juga karena UAS diintimidasi.

Iva Syabana: Pengen bangeeet ketemu Ustadz, tadi sore di Masjid Jami’, ternyata batal, semoga Allah selalu melindungi Ustadz, dan sehat selalu.

Alifa: Sedddiihhh dan menangis membaca pembatalan ini. Padahal sudah sangat menanti di Jatim. Ya Allah lindungilah Tuan Guru.

Berikanlah kami kemudahan, agar bisa bertemu kembali dalam kajian-kajian beliau. Kami mencintai Ustadz karena Allah dan Rasulullah.

Mari kita baca ayat kursi sebanyak-banyaknya, agar terlindung dari syaitan yang mengancam, mengintimidasi, dan mempersekusi para Ustadz-Ustadz kita saat ini.

Oldy: Miris, sungguh sangat miris, negara dengan mayoritas Islam terbesar di dunia, malah seperti ini sekarang, semoga UAS selalu dalam lindungan Allah.

Abi: Padahal iklannya udah tersebar untuk wilayah Jogja dan sekitarnya, UAS ceramah di Jogja. Malah batal. Semoga Allah berikan yang terbaik Ustadz, untuk Ustadz dan mereka.

Rizky: Di Jombang juga di-hadang ya, Stadz? Kalau mau ceramah, di Madura, Stadz, gak bakal ada ancaman dan lain-lain. Malah disambut dengan meriah di Madura, bumi sholawat, bumi salam, dan bumi wali.

Imam: Ya Allah, astaghfirullah, sedih rasanya Ustadz, guruku. Kenapa jadi begini? Semoga ini hanya untuk sementara saja, yang begini Ustadz. Kami mengharapkan semoga Ustadz akan kembali bersemangat untuk ber-taushiyah di jawa.

Di beberapa daerah lain, seperti Bali, UAS juga sempat mendapat ‘penolakan’.

Tetapi setelah adanya klarifikasi, dan jumlah ummat yang menginginkan kehadiran UAS jauh lebih besar, maka acara pun tetap dilaksanakan.