Bertemu Anies, Warga Cipinang Melayu Bersyukur Tak Kebanjiran Setelah 25 Tahun ‘Tenggelam’

  • Bagikan
Anies Cipinang Melayu Tidak Banjir

Ngelmu.co – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, pada Selasa (9/2) malam, menginspeksi kondisi air di Kali Sunter, Jakarta Timur. Ia juga bertemu dengan warga Cipinang Melayu, RW 03 dan RW 04.

Pertemuan mereka kali ini terasa berbeda. Jika sebelumnya harus saling sapa di tengah banjir, malam kemarin mereka menguatkan serta mengapresiasi satu sama lain.

Syukur tak henti-hentinya terucap. Salah satunya dari tokoh masyarakat RW 04, Ali Khalid Basyaragil.

Ia juga mengapresiasi upaya Pemprov DKI Jakarta yang telah berhasil mengatasi permasalahan banjir di sana.

“Dua puluh lima tahun kami tenggelam, kerugian kami bukan hanya 100, 200 juta, mungkin lebih kalau dihitung-hitung, luar biasa,” tutur Ali.

“Alhamdulillah, tahun ini kami dapat hadiah yang besar untuk warga RW 04 dan RW 03, kami betul-betul tidak kebanjiran,” imbuhnya, mengutip video yang diunggah pada akun Instagram, @aniesbaswedan.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Anies Baswedan (@aniesbaswedan)

Pada kesempatan itu, Anies juga bertemu dengan Rumiati, warga RW 04 yang pernah ia temui saat kampanye untuk Pilgub DKI, 2017 lalu.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Anies Baswedan (@aniesbaswedan)

“Bahagia sekali tadi malam dapat berjumpa kembali dengan beliau, dalam keadaan sehat dan tidak berbasah-basahan,” tulis Anies.

“Alhamdulillah, tahun ini dapat kembali mengunjungi RW 04 kelurahan Cipinang Melayu,” sambungnya.

Baca Juga: Tak Kebanjiran, Warga Cipinang Melayu Apresiasi Kinerja Anies dan Jajaran

Jika musim hujan tiba, lanjut Anies, kampung yang dilewati Kali Sunter itu, biasanya akan kebanjiran.

“Bahkan, tahun lalu terendam sampai tiga meter, tapi pada musim penghujan kali ini, tak diterjang banjir,” syukurnya.

Anies juga mengatakan, Pemprov DKI, belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya.

“Berupaya keras menanggulangi banjir di Kampung Cipinang Melayu ini,” ujarnya.

“Kita memberikan perhatian dan penanganan menyeluruh dari hulu Kali Sunter [yang kerap kali menjadi penyebab utama dari luapan air ke kampung tersebut],” sambung Anies.

Pemprov DKI, melakukan kegiatan ‘Gerebek Lumpur’, dengan mengerahkan 15 eskavator di tanggul-tanggul dekat aliran Kali Sunter.

“Dan membuat sodetan, sehingga debit air yang mengalir di Kali Sunter, menjadi lebih terkendali,” jelas Anies.

Waduk Pondok Ranggon dan Waduk Tiu–sisi selatan Jakarta Timur–juga dikeruk untuk kemudian disiapkan sodetan khusus.

“Sehingga air Kali Sunter dialirkan dan ditahan di waduk, baru mengalir ke sini dengan volume debit yang lebih terkontrol,” papar Anies.

“Atas izin Allah Subhanahu wa Ta’ala, ikhtiar itu dimudahkan,” imbuhnya.

“Kita semua patut bersyukur, karena warga kawasan RW 04 dan RW 03 Cipinang Melayu, bisa merasakan musim penghujan tanpa kebanjiran,” lanjutnya lagi.

Namun, Anies juga sadar, jika Pemprov DKI masih punya pekerjaan rumah untuk memastikan warganya benar-benar terbebas dari banjir.

“Salah satunya adalah menuntaskan pembuatan tanggul di sepanjang RW 04 dan 03 Cipinang Melayu [karena kini tanggul tersebut masih bersifat temporer],” pungkasnya.

Sebelum sodetan Kali Sunter rampung, RW 03 dan RW 04 Cipinang Melayu memang menjadi kawasan langganan banjir di musim hujan.

Pada 25 Februari 2020 lalu contohnya, rumah penduduk di dua RW tersebut, sempat terendam banjir hingga setinggi atap.

Tetapi sejak awal Oktober 2020, banjir Cipinang Melayu tidak lagi terdengar, sekalipun TMA [Tinggi Muka Air] hulu Kali Sunter sempat mencapai 190 cm–siaga 2.

Syukurnya, kawasan itu bebas dari banjir, sebagaimana yang Anies sampaikan.

  • Bagikan
ngelmu.co