Anies Jakarta Bhumandala 2020

2 Penghargaan dari Bhumandala Award 2020 Jadi Prestasi Terbaru Pemprov DKI

Diposting pada 99 views

Ngelmu.co – Setelah mendapat penghargaan dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa (LKPP) RI, di bulan yang sama–November–Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, kembali mencetak prestasi, dengan dua raihan sekaligus, dari Bhumandala Award 2020.

Gubernur Anies Baswedan, menerima langsung penghargaan Bhumandala Kanaka Simpul Terbaik, dan Bhumandala Kencana Geoportal Terbaik, dari Badan Informasi Geospasial (BIG) RI, untuk kategori Provinsi.

“Pertama, saya ingin sampaikan terima kasih kepada Badan Informasi Geospasial, yang sudah memberikan kesempatan bagi kita untuk ada stimulan,” tuturnya, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, mengutip Siaran Pers, Jumat (27/11) malam.

Kesempatan tersebut, lanjut Anies, menjadi manfaat tersendiri bagi Pemprov DKI, agar berbagai terobosan di wilayah pun sektor yang mereka kelola, dapat saling belajar pun membandingkan.

“Kami menempatkan penghargaan Bhumandala ini, bukan semata-mata sebagai sebuah penghargaan untuk kita kejar saja,” ujarnya.

“Tetapi untuk kesempatan kita saling belajar, dan prosesnya memberikan manfaat bagi kita,” sambung Mendikbud ke-2 RI itu.

Anies, juga memaparkan bahwa Jakarta, merupakan provinsi yang luasnya hanya 662 km², memiliki penduduk yang cukup padat, yakni 10,3 juta penduduk [15 ribu orang per km²].

Maka dengan kepadatan tersebut, ia, menyebut adanya kompleksitas masalah informasi tata ruang yang perlu berintegrasi dengan baik.

Itulah mengapa, sejak 17 Januari 2018 lalu, Anies, menyoroti pentingnya program integrasi data Pemprov DKI.

Pihaknya pun meluncurkan ‘Jakarta Satu’, yang memiliki prinsip ‘Satu Peta, Satu Data, Satu Kebijakan’.

Berangkat dari situ, Anies, menyatakan seluruh pengambilan keputusan hingga kebijakan, harus berbasis data yang terintegrasi.

“Apa salah satu tantangan utama yang kita hadapi? Ada rasa kepemilikan atas data yang luar biasa pada setiap pengelola,” ungkapnya.

“Setiap SKPD itu, tiap unit, merasa memiliki data. Sehingga mengintegrasikan itu salah satu tantangan terbesar,” sambung Anies.

Baca Juga: Gubernur Anies dan Pemprov DKI Menang AHI 2020 Kategori Terpopuler di Media Digital

Pada saat itulah terlampir pesan, bekerja dalam satu barisan, atau keluar dari barisan.

“Sederhana sekali. Kalau mau dalam satu barisan, ini penjurunya, dan alhamdulillah, kemudian kita semua kerja bersama,” kata Anies.

Ia, juga tak lupa mengapresiasi berbagai pihak yang turut membuat Pemprov DKI, berhasil meraih penghargaan tersebut.

“Ada ratusan orang yang bekerja di belakang layar dan mewujudkan integrasi data di DKI Jakarta,” jelas Anies.

“Tim yang bekerja dalam integrasi data, biasanya bekerja dalam sunyi dan jarang terlihat. Namun, dampak dan manfaatannya terasa dalam setiap kebijakan,” lanjutnya.

Anies, juga bersyukur saat ini perizinan, termasuk untuk kesehatan, dapat terpantau di corona.jakarta.go.id.

“Di situ ada peta sebaran kasus. Itu semua terjadi, karena kita memiliki integrasi data lewat program Jakarta Satu,” ucapnya.

“Jadi, kami merasa sangat bersyukur, bahwa ini semua bisa berjalan lewat kolaborasi,” sambung Anies.

Kembali menyebut Bhumandala Award yang berhasil pihaknya raih sebagai hasil dari ikhtiar Pemprov DKI, ia, pun berharap integrasi data, bisa semakin berkembang.

“Kami berterima kasih sekali. Tanpa dukungan bimbingan dari Bapak/Ibu sekalian, di Badan Informasi Geospasial, ini semua tidak mungkin kita bisa kerjakan,” kata Anies.

“Kami berharap ke depan, insya Allah, bisa mengembangkan ini lebih jauh lagi. Terima kasih atas penghargaannya, saya akan teruskan kepada semua tim yang bekerja,” imbuhnya.

“Semoga ke depan, bukan hanya di wilayah-wilayah pemenang ini, tetapi insya Allah, seluruh Indonesia akan memiliki data yang baik,” pungkas Anies.

Sebagai informasi, Bhumandala, bersumber dari bahasa Sansekerta yang berarti ‘planetary system’.

Menggambarkan bumi sebagai bagian dari sistem tata surya.

Maka Bhumandala Award adalah penghargaan terhadap upaya pembangunan simpul jaringan informasi geospasial yang diberikan kepada Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah.

Pihak yang dinilai terbaik dalam upayanya, mempersiapkan diri serta membangun simpul jaringan.

Di mana penilaian kinerja simpul jaringan berlangsung dengan melihat pembangunan lima elemen Infrastruktur Informasi Geospasial (IIG).

Baik kebijakan, kelembagaan, teknologi, standar, dan sumber daya manusia.