Opini  

Billboard-Blllboard Anis Matta

 

Dua bulan terakhir ini, kader PKS bagai hidup di dunia mimpi. Sesuatu yang sangat sulit dibayangkan terjadi di alam nyata, tapi kini tersaji di depan mata.

Pernahkah membayangkan seorang kandidat capres dari PKS memasang foto dirinya di billboard-billboard strategis di jalan raya?

Jika hanya satu atau dua masih masuk akal. Tapi ini ada di banyak tiitik di wilayah Indonesia dengan ukuran beragam.

Para relawannya dengan penuh semangat dan bangga mewartakan terpampangnya foto jagoannya di publik. Jakarta, Lampung, Bengkulu, Medan, Bandung, Makassar, Lombok dan sebagainya.

Iseng-iseng saya berselancar mencari tahu kisaran harga memasang billboard. Sebuah situs dengan sangat rinci menginformasikannya.

Untuk titik  di Jl. K.H Hasyim Ashari (Jembatan Roxy / Depan Roxy Square) dengan arah Pandang: Dari Grogol Menuju Harmoni, ukuran 6m x 12m x 1mk (Vertikal) plus perizinan, PLN, perawatan dan sebagainya, tarifnya sekitar Rp 450 juta per tahun. Masih bisa nego.

Untuk titik di Jl. Cikunir Raya,Bekasi / Tol Cikampek KM 11 dengan arah pandang dari Tol Cikampek Bekasi Barat Menuju Jakarta, berada tepat di pinggir tol cikampek arah jakarta, ukuran: 6m x 12m x 1mk (Vertikal), harga sewa : Rp. 350.000.000/Tahun (Nego)

Rata-rata, harga pasang billboard dikisaran Rp 200 juta ke atas per tahun. Misal kita pukul rata. Harga Rp 200 juta per billboard untuk 6 bulan. Jika ada 100 titik saja, maka tersebut harga Rp 20 miliar. Angka yang sangat fantastis.

Itulah yang saya sebut dengan mimpi bagi kader PKS. Tapi nyatanya, hal itu kini sudah ada di dunia nyata. Foto Anies Matta dengan mudah kita temukan di titik-titik strategis yang dulunya hanya sekelas Surya Paloh, Aburizal Bakrie, Hendropriyono, Megawati dan Jokowi yang bisa melakukannya.

Mimpi indah atau buruk? Waktu yang akan menjawabnya.