Buat Program Hapus Tato Gratis, Brigadir Deddy Harap Keberkahan

  • Bagikan

Ngelmu.co – Mengharapkan keberkahan, menjadi alasan utama Brigadir Deddy Purnomo yang berdinas di bagian Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas), Polres Tanah Laut, Kalimantan Selatan, membuat Propetis (Program Penghapusan Tato Gratis).

Propetis Jadi Jalan Brigadir Deddy Harapkan Berkah

Sebelumnya, ia mengaku, mendapati sejumlah masyarakat ingin menghapus tato, tetapi terbentur mahalnya biaya yang dibutuhkan.

“Tujuannya untuk mendapat keberkahan, yang mengerjakan dan yang di-kerjakan (dihapus tatonya) mendapat keberkahan,” kata Deddy, Ahad (22/12).

“Jadi, sebenarnya program ini sudah berjalan satu tahun, sejak januari 2019, dan alat ini pun awalnya dari dana pribadi saya dan istri, istri saya ‘kan punya klinik kecantikan, ada alatnya,” sambungnya.

Tak ada anggaran negara yang digunakan dalam Propetis. Semua merupakan dana pribadi dari rekan-rekan yang bertugas di Polres Tanah Laut, juga donasi dari pimpinan.

Siapapun, berhak mendapatkan layanan gratis ini, tanpa adanya batasan agama, suku, dan sebagainya.

Namun, untuk masyarakat yang beragama Islam, diharapkan bisa menyetor hafalan Surat Ar-Rahman.

“Sebenarnya tujuannya ini bukan untuk mempersulit. Toh kalaupun tidak bisa hafal, bisa sambil ngaji, ‘kan kalau dia enggak bisa ngaji, (Al-Qur’an) itu ada teks latinnya. Boleh baca, kalaupun tidak bisa juga, ya enggak apa-apa, tetap kita kerjakan,” jelas Deddy.

Kalaupun warga yang ingin menghapus tato ingin menyetor hafalan secara berkala, bisa dicicil, misalnya 10 ayat per proses penghapusan.

Sebab, penghapusan tato memang membutuhkan proses bertahap, apalagi jika tinta yang digunakan berwarna dan tebal.

Setidaknya, dibutuhkan sembilan kali proses laser, yang masing-masing dilakukan dengan jeda waktu satu bulan.

Bukan Hanya untuk Warga Muslim

Lantas, bagaimana dengan masyarakat non-Muslim? Tenang, penghapusan tato berlaku untuk semua masyarakat.

Syarat terpenting jika ingin menghapus tato adalah membawa surat keterangan lab yang menyatakan bebas dari HIV, diabetes, dan hepatitis.

“Kalau itu tidak ada, tidak berani kita kerjakan. Risiko di yang bersangkutan juga, kalau ada hepatitis ‘kan bisa menular, HIV juga, karena ‘kan waktu penembakan laser bisa keluar darah,” beber Deddy.

Sudah lebih dari 90 orang yang sudah memanfaatkan layanan, sejauh ini.

Mereka datang ke Polres, meski dengan latar belakang beragam. Alasan mereka pun bermacam-macam.

Ada yang menghapus tato karena ingin masuk agama Islam, akan menikah, mencari pekerjaan, atau lain sebagainya.

“Nah, kalau itu biasanya kami luruskan sih, agar meluruskan niatnya. Biar niatnya bukan karena apa-apa, tapi karena hijrah, bagi yang Muslim,” ujar Deddy.

Diketahui, proses penghilangan tato menggunakan teknologi laser, bisa memakan biaya setidaknya hingga Rp200 ribu, per sentimeternya.

Besarnya biaya itulah, yang kerap membuat masyarakat mengurungkan niatnya untuk menghapus tato.

Melihat antusias dan banyaknya masyarakat yang mendapat manfaat dari kegiatan ini, Deddy dan Polres Tanah Laut pun mengaku akan terus melanjutkan program.

Informasi ini dikutip Ngelmu, dari unggahan akun Instagram resmi @divhumaspolri, Jumat (20/12) lalu.

Baca Juga: Hapus Nama Muhammad, Reza Arap Tak Percaya Surga dan Neraka

Kolom komentar pun masih dipenuhi pertanyaan, bagaimana nasib non-Muslim, karena tertera syarat hafalan surat Ar-Rahman.

Tetapi baik admin akun tersebut, maupun istri dari Brigadir Deddy, Riffa Ghanisa, menjelaskan dengan gamblang, jika semua warga berhak mendapatkan layanan.

Dengan mengulangi, berkali-kali, jika syarat wajibnya adalah membawa surat keterangan lab yang menyatakan bebas dari HIV, diabetes, dan hepatitis.

antonio_dhr: Wew khusus Muslim dong berarti? 😑

riffaghanisa: @antonio_dhr tidak, Pak. Komunitas ini sudah ada 1 tahun yang lalu. Kurang lebih 200 orang yang ada di dalamnya, dari berbagai kalangan dan agama.

  • Bagikan