Butuh Banyak Sentimen Positif Dalam Negeri Untuk Penguatan Rupiah

Diposting pada 54 views

Ngelmu.co – Rupiah pada level terus melemah. Jumat 26 Oktober 2018, nilai tukar rupiah melemah 29 poin di level Rp15.217 per dolar AS. Sentimen positif dari dalam negeri belum mampu mempertahankan laju rupiah di zona hijau di akhir pekan kemarin karena banyak juga berbagai sentimen negatif.

Sebelumnya, pengamat Pasar Modal dari Asosiasi Analis Efek Indonesia atau AAEI, Reza Priyambada menilai bahwa rupiah sempat mampu bertahan dari terapresiasinya dolar AS beberapa waktu lalu. Walaupun adanya pelemahan dolar, setelah rilis data produk domestik bruto AS belum cukup direspons positif. Sejumlah sentimen positif dari dalam negeri juga belum mampu mempertahankan laju rupiah di zona hijau di akhir pekan kemarin, karena juga diimbangi dengan berbagai sentimen negatif lainnya.

“Beberapa sentimen positif diantaranya seperti realisasi investasi di sektor energi terbarukan yang telah mencapai US$804 juta; adanya perkiraan BI pada pertumbuhan ekonomi 2018, dan perkiraan penurunan CAD; hingga penjajakan kerja sama investasi antara Indonesia dan Uni Eropa,” tutur Reza, Senin 29 Oktober 2018, dikutip dari Viva.

Baca juga: Jika Rupiah Tembus 16 Ribu per Dolar AS, Bank Bangkrut?

Reza pun menyatakan bahwa sentimen dari laporan BI dengan kinerja industri pengolahan pada kuartal III 2018 tercatat sebesar 52,02 persen, perkiraan pertumbuhan ekonomi di kuartal ketiga di bawah 5,2 persen. Pernyataan pemerintah melalui Kementerian Keuangan tersebut dinilai pesimis yang menambah sentimen negatif bagi rupiah.

Reza memprediksi, rupiah akan bergerak di kisaran Rp15.222-Rp15.210 dengan pelemahan rupiah yang terjadi masih dalam pergerakan tren sideways-nya. Reza juga memperkirakan bahwa pergerakan tipis dari rupiah masih dimungkinkan.

Namun, menurut Reza, pelaku pasar cenderung menahan diri menyikapi berbagai sentimen yang ada. Pelemahan rupiah diharapkan dapat lebih terbatas, seiring dengan pergerakan dolar yang sedang terlihat melemah dibandingkan sejumlah mata uang lainnya. Diharapkan juga sentimen positif dari dalam negeri masih dapat lebih positif untuk membuat rupiah mampu berbalik menguat.