Cak Imin Tuding Reuni 212 Kampanye, Sedangkan Bawaslu Nyatakan Tak Ada Kampanye

Ngelmu.co – Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menuding reuni 212 kampanye terselubung. Namun, menurut Badan Pengawas Pemilu DKI (Bawaslu DKI) menyatakan bahwa tak ditemukan adanya pelanggaran kampanye pada reuni 212.

Lalu akankah Muhaimin Iskandar atau Cak Imin melaporkan ke Bawaslu jika dia menyatakan bahwa reuni 212 adalah kampanye terselubung?

“Tentu kita lihat saja, saya kita yang penting sudah berjalan tertib,” ucap Cak Imin usai menghadiri PKB Jabar festival di Gor Pajajaran, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Minggu (2/12/2018), dikutip dari Detik.

Cak Imin mengatakan bahwa perlu rasa saling menghormati antar semua pihak dan mendoakan agar dampak dari reuni 212 bisa baik-baik saja.

“Kita hormati dan kita saling menenggang rasa. Sudah sukses, selamat, semoga baik-baik semua,” ujar Cak Imin.

Sedangkan Bawaslu DKI menyatakan hasil dari turun langsung memantau Reuni 212 di Monas, tak ditemukan adanya pelanggaran kampanye pada reuni 212.

Anggota Bawaslu DKI Puadi menyatakan bahwa pemantauan Reuni 212 sudah disiapkan sejak Sabtu (1/12) malam. Bawaslu DKI pun sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, yaitu Polda Metro dan Polres Jakarta Pusat, sejak semalam.

Bawaslu sendiri juga menyiapkan turun ke lapangan. Bawaslu DKI, turun bersama dengan lima Bawaslu Kota Jakarta Pusat dan juga bersama 24 pengawas kita di tingkat kecamatan dan 44 di tingkat kelurahan.

Bawaslu melakukan pengawasan selama berlangsungnya Reuni 212, baik berupa alat peraga maupun substansi acara. Dari pengawasan sepanjang jalannya acara, Bawaslu DKI sama sekali tak menemukan alat peraga kampanye di arena Reuni 212.

“Kalau kemudian ada bukti rekaman yang disampaikan oleh Habib Rizieq Syihab, itu rekaman yang menurut panitia kalau nggak salah namanya Pak Haikal (Hassan) panitia 212, itu dua tahun yang lalu, kemudian disetel di lokasi dan itu locus-nya nggak ada urusannya. Jadi peristiwanya kapan, karena pola penanganan pelanggaran itu adalah di mana peristiwa locus delicti-nya,” kata Puadi.

Puadi juga mengatakan bahwa Bawaslu DKI juga mengawasi Prabowo secara intensif. Sambutan Prabowo di Reuni 212 didengarkan secara saksama.

“Kemudian kita juga melakukan pengawasan juga melekat, ada Pak Prabowo sebagai undangan, kemudian dia menyampaikan pidatonya, sambutannya. Apakah sambutan Pak Prabowo itu, ada nggak penyampaian visi-misinya, programnya, atau mungkin citra dirilah,” jelas Puadi, dikutip dari Detik.

Pidato Prabowo dinyatakan tak melanggar aturan karena hanya berisi ucapan terima kasih telah diundang ke acara itu, tak ada penyampaian visi-misi, tak ada ajakan memilih, tak ada juga nomor urut, serta tidak ada itu penyampaian visi-misi.