Cawapresnya Getol Kampanyekan Ekonomi Syariah, Partai Pengusungnya Tolak Perda Syariah

Ngelmu.co, JAKARTA – Cawapres nomor urut 01 Ma’ruf Amin begitu getol mengkampanyekan ekonomi syariah sebagai salah satu program yang dibawa. Namun ibarat gambaran kontras, disaat bersamaan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menjadi pengusung Jokowi-Ma’ruf Amin menolah mendukung perda syariah.

Sikap politik PSI menolak perda berlandaskan agama termasuk Perda Syariah dikatakan langsung oleh Ketua Umum PSI Grace Natalie dalam peringatan ulang tahun keempat partainya di ICE BSD, Tangerang, Minggu (11/11).

Grace menjelaskan,partainya tidak akan pernah mendukung perda yang berlandaskan agama, seperti Perda Syariah dan Perda Injil.”PSI akan mencegah lahirnya ketidakadilan, diskriminasi, dan seluruh tindakan intoleransi di negeri ini. PSI tidak akan pernah mendukung perda-perda Injil atau perda-perda syariah,” kata Grace.

Padahal, disaat bersamaan Ma’ruf Amin menilai pertumbuhan ekonomi berbasis syariah di Indonesia semakin berkembang. Ma’ruf yang juga, menjabat sebagai Ketua Dewan Syariah Nasional berharap ekonomi syariah bisa menjadi pilar untuk menopang perekonomian nasional.

 “Kita memandang dengan penuh optimisme, ke depan ekonomi syariah akan lebih kuat dalam rangka menguatkan ekonomi nasional. Diharapkan juga menjadi pilar dalam penguatan ekonomi nasional,” ujar Maruf di Jakarta, Kamis (8/11/2018) malam.

Ma’ruf menambahkan, saat ini pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia tercatat sebesar 8,47 persen. Di dunia perbankan, lanjut Ma’ruf saat ini sudah banyak yang berbasis syariah. Atas dasar itu, dia berkeyakinan ekonomi syariah di Indonesia mempunyai prospek yang cerah.

“Apabila kita bisa memacu fighting spirit kita, saya yakin ekonomi syariah, sekarang baru 8,47 persen, hari esok akan lebih cepat lagi pertumbuhannya. Presiden (Joko Widodo) ingin Indonesia menajdi pusat keuangan dunia. Itu tekad yang memacu kita untuk mengembangkan ekonomi syariah,” ucap dia.

Kampanye ekonomi syariah ini juga diucapkan saat Ma’ruf Amin launching buku “Arus Baru Indonesia” di Hotel Grand Sahid Jakarta, Selasa malam (13/11/2018).

Dia mengatakan ekonomi syariah harus menjadi trigger (pemicu) bagi penguatan ekonomi nasional.”Karena ekonomi syariah itu juga pada dasarnya pemberdayaan ekonomi umat, antara pemberdayaan ekonomi umat dan ekonomi syariah itu saling menopang,” tandasnya.

Artinya, kata Ma’ruf, bahwa ekonomi syariah itu akan kuat kalau banyak umat diberdayakan sehingga mampu menjadi nasabahnya.

Sebelumnya, politikus PDIP Pramono Anung pada Senin (13/8) di kompleks istana presiden mengatakan alasan dipilihnya Ma’ruf Amin sebagai pendamping Jokowi diharapkan mampu melengkapi visi misi pemerintahan 2019-2024 khusus sektor ekonomi syariah. “Latar belakang sebagai profesor di bidang ekonomi syariah pasti ada manfaatnya,” ujar Pramono.

Meski tengah berkembang, ekonomi syariah dinilai belum banyak mendongkrak perekonomian masyarakat di Indonesia. Kontribusi ekonomi syariah diakui masih minim. “Saat ini ekonomi syariah kita volumenya sudah besar tapi belum bisa memberikan dampak yang signifikan terhadap ekonomi nasional,” terang Pramono.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nasdem Johnny G Plate yang berkoalisi mendukung pasangan tersebut mengungkapkan pemerintahan Jokowi saat ini juga telah mendorong ekonomi syariah. Meski belum besar, Johnny bilang ekonomi syariah mulai bermunculan dalam financial technology.