Wahai Jiwa-Jiwa yang Tenang

Cerita Arie Untung Usai Berkurban, “Wahai Jiwa-Jiwa yang Tenang”

Diposting pada 320 views

Ngelmu.co – Arie Kuncoro Untung (Arie K. Untung) atau yang dikenal sebagai Arie Untung, adalah publik figur yang jenaka. Ia kerap menyelipkan candaan di setiap apa yang disampaikan. Termasuk dalam cerita yang Arie bagikan melalui akun Instagram pribadinya, Idul Adha kemarin, “Wahai Jiwa-jiwa yang tenang”.

“Magic. Kurasakan arus napasmu, kutenangkan ketakutanmu. Kucoba menenangkan diriku, demi menenangkanmu. Jika aku gelisah, kamu juga gelisah. Aku tenang, kamu tenang.

Maaf ya. Aku menjalankan tugasku, kau menjalankan fitrahmu. Kutatap matamu, semoga kamu melihat aku. Mungkin aku manusia terakhir yang kau lihat.

Mungkin berat untukmu, lebih berat untukku. Sudah kupersiapkan yang terbaik untukmu, adab-adab terbaik yang ada, latihan terbaik yang kubisa, saat paling tenang yang kumampu.

Kamu berakhir lebih mulia dari yang lain. Terpilih sebagai “kendaraan” jannah, di hari bahagia ini.

Bayangkan, berapa fakir miskin yang hari ini ikut bahagia mencicipi dagingmu. Sementara kaum-mu yang lain, mungkin hanya berakhir di pasar daging, yang diperjual belikan seperti biasa.

Terima kasih My Friend. Kurasakan jiwa tenangmu pergi. Tolong sampaikan kepada penciptaku, salamku kepada-Nya. Sebuah persembahan yang ingin aku berikan langsung dengan tanganku sendiri.

Semoga menjadi contoh yang baik untuk keturunanku kelak. Semoga bertemu kembali, My Friend,” tulis @ariekuntung, Ahad (11/8).

Untaian kata “Wahai Jiwa-jiwa yang Tenang”, yang dipilihnya, diakui para followers, berhasil menyentuh hati, hingga mencipta haru.

ayahkembar: Juara banget setiap kali nulis caption.

yudhatamahariansyah: Masya Allah, rangakaian katanya membuat hati saya tersentuh, Mas Arie.

Dan tak sedikit pula yang menyelipkan doa, agar di Idul Adha tahun depan, mereka bisa ikut berkurban.

fitria_alfath: Captionnya apik tenan. Mudah-mudahan tahun depan saya pun bisa berkurban. Aamiin.

asmararizqy: Padahal itu ditujukkan ke sapi, tapi aku tetap nangis. Juara Mas Arie. Masya Allah. Semoga berkah, ya.