Cerita Habib Rizieq

Cerita Habib Rizieq Tentang Hujan di Mekkah Jelang Wafatnya Mbah Moen

Diposting pada 246 views

Ngelmu.co – Habib Rizieq Syihab (HRS), menceritakan isyarat yang ia lihat, di Mekkah, pada malam sebelum KH Maimun Zubair wafat. Cerita Habib Rizieq ini ia sampaikan saat bertemu dengan keluarga besar Mbah Moen.

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu, mengaku melihat hujan turun di Mekkah.

“Memang pada malam wafatnya beliau itu, ana di sini, di rumah masih belum tidur sampai jam Subuh, jam kita lihat hujan. Ana sempat lihat, buka jendela lihat hujan, kok hujannya beda,” cerita Habib Rizieq, seperti dalam video yang diunggah di channel YouTube Front TV, Jumat (9/8).

Terasa Tenang dan Sejuk

Menurut Habib Rizieq, hujan yang turun saat itu berbeda dengan hujan yang biasanya turun di Mekkah. Ia menyebut hujan di malam sebelum Mbah Moen wafat, terasa sejuk dan tenang.

“Biasanya, hujan di sini ada debu, ada angin keras, tapi ini hujan tenang, hawanya sejuk, enggak ada angin. Tahu-tahu jam 4 pagi, guru kita meninggal dunia, ana pikir itu juga merupakan isyarat, isyarat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, akan kembalinya seorang yang mukhlis, yang terbaik,” tuturnya.

“Seorang yang begitu luar biasa berjuang di jalan Allah, yang menghabiskan umurnya dari masa mudanya hanya untuk Allah dan Rasul-Nya. Beliau dari muda, dari umur 21 sudah menuntut ilmu di kota suci Mekkah, jadi luar biasa,” imbuh Habib Rizieq.

Ia juga mengaku sangat kehilangan, atas kepergian ulama karismatik itu, Habib pun mendoakan, Mbah Moen ditempatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, di tempat yang mulia.

“Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala, memberikan kita rahmat dan barokah, dan khusus kepada Mbah Maimun, ditempatkan di tempat yang tinggi, tempat yang mulia, dikumpulkan bersama Nabi Muhammad SAW dan bersama ahlul baitnya,” ucap Habib Rizieq.

Dalam kesempatan tersebut, Habib juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga Mbah Moen yang menyempatkan diri, berkunjung ke kediamannya di Mekkah. Ia berharap, putra-putra Mbah Moen bisa melanjutkan perjuangan sang ayah.

“Ana yang terima kasih sama antum, antum sudah hadir di sini. Jazakamullahu khirol jaza. Semua putra-putra dari Mbah Maimun, jazakumullahu khirol jaza. Mudah-mudahan, Insya Allah, antum semua yang ditinggalkan Mbah Maimun, akan dilimpahkan oleh Allah, putra-putra mereka perlindungan, terus bisa melanjutkan perjuangan beliau,” ujarnya.