Cuci Tangan! Pendiri Seword: Seharusnya Yang Dilaporkan Penulis Artikel Bukan Seword

Ngelmu.co – Aneh tapi nyata. Pendiri sekaligus pemilik Seword.com Alifurrahman S Asyari angkat bicara soal pelaporan situs miliknya ke Bareskrim Polri dan ke Kementerian Komunikasi dan Informasi oleh Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah. Seword dilaporkan atas dugaan ujaran kebencian.

Alifurrahman mengakui bahwa situsnya, Seword, pernah ‘kebobolan’ dan menayangkan konten ujaran kebencian. Ujaran kebencian terbaru adalah sebuah artikel yang menyingkat nama gubernur dan wakil gubernur terpilih DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dengan sebutan ASU, bahasa Jawa dari kata ‘anjing’. Dalam artikel tersebut juga disertai ilustrasi gambar anjing yang tengah menyalak.

Akan tetapi, Alifurrahman menilai, seharusnya PP Pemuda Muhammadiyah melaporkan penulis artikel itu, bukan melaporkan dirinya ataupun situsnya.

“Kalau ada kontennya harusnya kan yang dilaporkan (penulis) kontennya. Kalau melaporkan saya kan enggak ada hubungannya,” kata Alif Rabu, 11 Oktober 2017

Alifurrahman mengaku dirinya sebagai pihak manajemen Seword sudah menegur penulis konten. Alifurrahman juga meminta berita yang dimaksud diubah atau dihapus. Saat ini, tulisan yang dimaksud memang sudah tidak bisa diakses.

Alifurrahman menegaskan bahwa Seword adalah situs yang menjadi wadah bagi para penulis lepas untuk memuat tulisannya. Bagi penulis yang mendaftar di Seword hanya dicek contoh tulisannya. Setelah lolos seleksi tulisan itu, penulis bisa mengunggah langsung tulisannya.

“Kalau sudah diterima semuanya bisa tulis dan publish langsung. Sebab di Seword kan semua penulis bertanggung jawab atas tulisannya,” kata dia.

Alifurrahman pun meyakini laporan yang disampaikan PP Pemuda Muhammadiyah tidak akan diproses oleh Kemenkominfo atau pun Polri.

“Kalau saya liat, mereka lapor Kominfo ditolak, ke Bareskrim ditolak. Setau saya mereka ditolak semua karena tidak jelas laporannya,” ujar Alifurrahman.

***

Alifurrahman adalah salah satu orang yang pernah diundang ke istana oleh Presiden Jokowi. Dalam perbincangan dengan Kompas, Alifurrahman juga bicara soal situs Seword yang artikelnya banyak dianggap berpihak kepada Presiden Joko Widodo. Alifurrahman menegaskan bahwa anggapan tersebut tidaklah benar.

“Arah kami sebenarnya umum, semua orang bisa menulis. Orang terserah mau nulis apa saja. Dan yang mengkritik Jokowi banyak,” kata Alifurrahman.

Alifurrahman mengakui ia pernah diundang Presiden Jokowi ke Istana pada 2015 lalu. Ia diundang bersama sejumlah penulis sebuah platform blog. Foto dengan Jokowi pun ia pajang di profil WhatsApp-nya.

“Oh itu udah lama, tahun 2015,” ujarnya.