Cucu Pendiri NU Bergabung ke Tim Prabowo-Sandi, Komposisi Jubir Semakin Lengkap

Ngelmu.co, JAKARTA – Cucu  tokoh Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy’ari, Irfan Yusuf alias Gus Irfan merapat ke Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dengan demikian, personel jubir BPN Prabowo-Sandi semakin lengkap dan kebanyakan generasi milenial.

Irfan merupakan salah satu pengasuh pondok pesantren di Jombang. Irfan adalah anak KH Yusuf Hasyim, yang merupakan anak KH Hasyim Asy’ari. Dikutip dari situs resmi PBNU, Gus Irfan menduduki posisi strategis di Lembaga Perekonomian NU (LPNU). Dia menjabat wakil ketua.

Posisi Gus Irfan di LPNU adalah salah satu alasan dia diperhitungkan oleh timses Prabowo-Sandiaga. Irfan sendiri tertarik pada visi ekonomi keumatan dari Sandiaga.

Di tim Prabowo-Sandi,  Gus Irfan diminta untuk memaksimalkan program-program ekonomi keumatan, khususnya di pondok pesantren.

“Perjalanan dua setengah bulan terakhir ini, kami mendapatkan pertanyaan-pertanyaan mengenai program-program kita yang berkaitan langsung dengan akar rumput, untuk kemandirian pesantren dan khususnya santri,” ujar Sandi Kamis (1/11/2018).

“Dan selain program ‘santripreneur’ yang sudah kita pernah angkat, juga kita punya program-program yang akan memperlihatkan ekonomi umat di kalangan pesantren,” imbuh Sandi.

Gus Irfan mengungkapkan alasannya mendukung Prabowo adalah terganggu oleh kondisi Indonesia selama 4 tahun belakangan.

“Sebetulnya saya lebih nyaman kehidupan di pesantren, tapi situasi empat tahun terakhir, masa saya egois mengutamakan kenikmatan saya di sana. Akhirnya saya mau untuk membantu di sini (Badan Pemenangan Nasional/BPN),” kata Gus Irfan.

“Saya melihat Pak Sandi ini concern sekali terhadap ekonomi keumatan. Kita tahu umat kita, terutama para nahdliyin, ini adalah tertinggal di bidang perekonomian. Saya di NU kebetulan menjadi Wakil Ketua Lembaga Perekonomian di NU pusat, jadi ya saya tahu persis kondisi kita. Saya kira dengan banyaknya ide-ide dari Bang Sandi bisa kita sinergikan supaya bisa bermanfaat kepada umat,” ucap Irfan.

Gus Irfan menjelaskan, dalam kurun 4 tahun belakangan, dirinya merasa Indonesia tak lagi Indonesia. Hal itu, lanjut dia, disebabkan maraknya perilaku memaki, menjelekkan, dan pertentangan yang bersifat terbuka.

“Kita seperti tidak di Indonesia lagi. Di mana setiap orang saling memaki, saling mengejek, saling bertentangan, dan itu terbuka secara umum,” ujar Gus Irfan.

Sebelum Gus Irfan merapat, jubir BPN Prabowo-Sandi sudah diperkuat belasan nama. Yang terakhir ada dokter Gamal Albinsaid yang dinilai mewakili kalangan milenial.

Berikut susunan jubir BPN Prabowo-Sandi yang terbaru:

  1. Dahnil Anzar Simanjuntak (koordinator)
  2. Mayjen TNI (Purn) Sudrajat
  3. Al-Muzzammil Yusuf
  4. Dede Yusuf
  5. Ferry Juliantono
  6. Viva Yoga Mauladi
  7. Rachland Nashidik
  8. Desi Ratnasari
  9. Andre Rosiade
  10. Rahayu Saraswati Djodjohadikusumo
  11. Memed Sosiawan
  12. Ledia Hanifa Amaliah
  13. Faldo Maldini
  14. Rico Rustombi
  15. Putu Supadma
  16. Irene
  17. Sugiono
  18. Gamal Albinsaid
  19. Irfan Yusuf alias Gus Irfan