Cuitan Ade Armando ‘Dulu Masuk UI, Nyogok ya?’, Dinilai Sebagai Tuduhan Serius

  • Bagikan
Ade Armando UI Nyogok
Foto: Republika/Wihdan

“Itu kalau bener mahasiswanya nyogok buat masuk UI, berarti ada orang dalam yang nerima ‘kan?”

“Artinya, yang dituduh bukan cuma mahasiswanya, tapi juga orang dalam kampusnya,” sambung Sholeh.

“Mungkin dia lagi cerita pengalaman pribadinya dulu,” sahut @lukmaninside13, ke Gita.

Sementara bagi @yooteyo, Ade, lebih layak untuk menghadap rektorat, daripada Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI).

“Kayaknya, ini lebih cocok dipanggil rekorat, dibandingkan mahasiswa yang bikin konten itu,” tuturnya.

“Karena ini tuduhan terbuka di media publik,” sambungnya.

“Apa perlu kita mempertanyakan jalur nyogok UI, karena Ade Armando, mengindikasikan ada jalur tersebut?” imbuhnya lagi.

Sementara bagi @4re_bie, Ade, paham jika cuitannya yang lengkap dengan tanda tanya, tidak akan kena pasal.

“Tapi pertanyaannya itu, menampar UI secara kelembagaan,” ujarnya.

“Lempeng banget, ya, nuduh masuk UI nyogok. ‘Dosen’ pula yang bilang,” kata @eskopi.

“UI gak mau panggil untuk verifikasi tuduhan ini? Ya, minimal ajak ngobrol dadakan Minggu sore, lah,” sindirnya.

Ketua BEM UI Bukan Kaleng-kaleng

Sebelumnya, Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Dzulfian Syafrian, juga telah menjawab cuitan Ade.

“Ketua BEM UI sekarang, Leon, setahu saya IPK-nya, hamdallah cum laude, di atas 3,5. Asdos pula,” ujarnya.

“Jurusannya juga salah satu yang paling susah masuknya. Sebelum jadi Ketua BEM, doi juga sudah ketua sana-sini,” sambung Dzulfian.

“Doi juga tetangganya Pak Jokowi di Solo, loh. Bukan kaleng-kaleng,” imbuhnya. “Kalau IPK Pak Presiden, berapa dulu?”

Di sisi lain, akun @ditamoechtar_, juga menanggapi kicauan Ade.

“Pertanyaan saya: 1. Jadi, masuk UI bisa nyogok? 2. Tapi benar gak yang dibilang BEM itu, Pak?”

Tak lama kemudian, Dita, mendapat balasan dari @adepedia. “Good point! Seharusnya, UI melaporkan hal ini sih. Bukankah ini pencemaran nama baik institusi?”

Selengkapnya, baca:

Baca Juga:

  • Bagikan