Berita  

Cuitan Kasar Komisaris BUMN Kemal Arsjad ke Gubernur Anies Tak Hanya Sekali

Kemal Arsjad BUMN Kasar ke Anies

Pada Maret 2017, Dhani, mengetwit, “Siapa saja yg dukung Penista Agama adalah B*jing*n yg perlu di ludahi muka nya – ADP”

Akibat cuitan tersebut, Dhani, harus mendekam di balik jeruji besi hingga 1,5 tahun.

“Ahmad Dhani tidak spesifik menyebut, random, masuk penjara. Si Kemal, nyata-nyata menyebut nama, pejabat negara, loh. Mau didiemin?” tanya @ynkfz.

“Om Dhani juga dulu minta maap, tapi kasus hukumnya tetep lanjut,” kata @bangyupi_006.

“Mungkin karena Om Dhani di pihak oposisi saat itu. Entahlah dengan Pak Kemal, mungkin ndak akan diproses,” sambungnya.

“Di sini ada yurisprudensi, yaitu kasusnya Ahmad Dhani. Harusnya si Kemal masuk penjara lah,” tutur @ariffuadi79.

“Andai si Kemal ini anti Jokowi, maka otomatis saat ini dia sudah dalam proses untuk masuk penjara, seperti halnya Ahmad Dhani,” ujar @ndCapio.

“Ketidakadilan itu dipertontonkan tel*njang bulat di depan rakyat,” imbuhnya.

Minta Maaf

Sehari setelah cuitannya viral, Kemal, meminta maaf sekaligus menjelaskan, mengapa dirinya sampai mengetwit demikian.

“Terima kasih teman-teman yang baik, yang sudah mengingatkan dan memberi sebuah pembelajaran untuk saya.”

“Untuk itu, mohon diterima permohonan maaf saya. Semoga badai Covid cepat berlalu, dan kita semua sehat-sehat saja.”

Namun, ia menujukan permintaan maaf tersebut kepada publik, bukan Anies.

Dalam pernyataan terlampir, Kemal, hanya menyebut nama Anies, sekali.

“Saya berharap dan berdoa pak Anies mampu menjaga kinerja memberi rasa aman bagi warga Jakarta.”

Berikut selengkapnya:

Terlepas dari itu, Ngelmu, mencoba untuk melihat laman resmi Askrindo, yakni askrindo.co.id.

Pada bagian ‘Tentang Kami’, terdapat keterangan ‘AKHLAK’, lengkap dengan, #AskrindoberAKHLAK.

Menteri BUMN Erick Thohir, juga mengusung tagline AKHLAK, yang merupakan akronim dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kooperatif.

Maka salahkah jika Ngelmu bertanya, apakah rentetan cuitan salah satu komisaris independen Askrindo, Kemal, sejalan dengan tagline?