Siswi Pintar Aceh Menangis Kelaparan

Di Rumah Tak Ada Beras, Siswi Pintar Aceh Menangis Kelaparan di Sekolah

Diposting pada 663 views

Ngelmu.co – Nasib malang menimpa Putri Dewi Nilaratih, seorang siswi pintar Aceh menangis kelaparan di sekolah. Putri terus memegangi perutnya saat jam pelarajan sedang berlangsung. Dia mengalami sakit perut yang menganggu konsentrasinya dalam belajar. Penyebabnya, sungguh akan membuat hati teriris.

Siswi Pintar Aceh Menangis Kelaparan

 

Kelaparan di Sekolah

Wajahnya terlihat pucat, lesu, dan keringat dingin pun bercucuran. Namun, pelajar SMP 4 Peureulak, Kabupaten Aceh, ini tidak mengeluh. Pada saat itu pula, teman-temannya melihat Putri sedang menahan sakit. Dan benar, ia sakit. Pertunya lapar, dikarenakan siswi berusia 14 tahun ini, belum makan sejak Rabu (7/8/2019).

Setelah diberi makan, guru dan teman-temannya menyarankan agar lain kali Putri sarapan terlebih dulu sebelum berangkat ke sekolah. Mendengar saran itu, air matanya pun menetes, sambil berkata,

“Di rumah tidak ada beras” ujarnya pelan sambil menghapus air matanya memakai jilbab yang terlihat lusuh.

Salah seorang gurunya, Nurul Fadilah, mengatakan bahwa Putri merupakan siswi yang rajin dan ceras di sekolah. Kecerdasannya pun di atas rata-rata. Dia juga tidak pernah mengeluh kondisi apa pun ketika berada di sekolah.

“Dia rajin pergi sekolah dan baru kini mengeluh akibat sakit perut saat belajar. Katanya dia tadi tak sarapan,” kata Nurul.

Media online Aceh, Modusaceh.co yang dikutip Antara, Sabtu (10/8/2019), berempati terhadap Putri. Mahyudin, salah satu jurnalis dari media tersebut menelurusi rumah Putri yang berada di Dusun Tualang Masjid Desa Tualang, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur.

Rumahnya pun terlihat sangat sederhana, berdinding triplek dan papan, serta beratapkan daun rumbia. Kondisi dapurnya pun telah lapuk dan bocor akibat termakan usia.

Ayahnya tidak memiliki pekerjaan tetap. Untuk menafkahi anak dan istrinya saja, Suparno terkadang harus pergi ke Banda Aceh, bekerja apa saja. Menjelang Idul Adha kemarin, Suparno hanya pulang sebentar dan kemudian pegi lagi untuk mencari nafkah.

Kesulitan demi kesulitan akan silih berganti. Tidak semua dapat menahan lapar, seperti yang dilakukan Putri. Siswi pintar Aceh menangis kelaparan dan membiarkan tubuhnya bergetar menahan lapar, dia tidak meminta, tidak mengambil yang juga bukan haknya. Dia diam menahan pilu. Diketahui saat ini, siswi pintar Aceh itu telah menadapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Aceh.

Indonesia memang sudah merdeka, namun kebebasan untuk sejengkal perut pun masih sangat sulit diraih oleh sebagian rakyat di pelosok negeri ini. Bukankah negara ini dibentuk dengan tujuan memajukan kesejahteraan rakyatnya?