Diduga Sebabkan Banjir Hingga Macet, Anies Peringatkan Keras Adhi Karya

Diposting pada 607 views

Ngelmu.co – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberi peringatan keras kepada kontraktor LRT, Adhi Karya, untuk membenahi saluran air proyeknya. Sebab, saluran air yang tak berfungsi karena tertutup itu diduga yang menyebabkan banjir hingga membuat kemacetan.

Peringatan itu Anies layangkan saat mengecek lokasi yang sempat digenangi banjir di sekitar flyover Pancoran dan Cawang.

Anies saat mengecek lokasi nampak mengenakan baju dinasnya. Anies tiba di Jalan MT Haryono, Jakarta, Kamis (4/4/2019), didampingi Asisten Pembangun DKI Jakarta Yusmada Faizal.

Sekitar satu jam, Anies memantau kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Selanjutnya, Anies melanjutkan pantauannya ke Cawang, Jakarta Timur.

Dalam pantauannya itu, Anies menyoroti saluran air yang tertutup. Menurut Anies, Adhi Karya sebagai kontraktor lalai karena tidak menyiapkan pompa yang cukup untuk mengatasi genangan air.

Anies mengungkapkan penyesalannya karena Adhi Karya tidak mengikuti analisis dampak lingkungan (amdal). Padahal banjir di Cawang, kata Anies, berdampak pada kemacetan panjang hingga Slipi dan Kuningan.

Anies menegaskan agar Adhi Karya menambah pompa permanen untuk mencegah banjir. Selain itu, Anies meminta kontraktor menyiapkan penangkal lumpur agar tidak menyumbat air yang dapat menghalangi aliran air.

Ungkapan keprihatinan dan peringatan kepada kontraktor LRT tersebut Anies paparkan di akun Instagram pribadinya. Berikut adalah unggahan Anies yang berisi peringatan untuk kontraktor LRT.

View this post on Instagram

Pagi ini menginspeksi lokasi-lokasi di sepanjang jalan MT Haryono dan DI Pandjaitan yang tergenang ketika hujan deras dengan volume besar seperti kemarin. Kami temukan bahwa saluran-saluran air di sepanjang jalan tertutup oleh lumpur bekas galian dan pilar-pilar pembangunan LRT Jabodebek dan tol Becakayu.⁣ ⁣ Pihak kontraktor tidak mampu mengantisipasi volume air dari hujan deras, karena pompa yang tersedia bersifat mobile dan kapasitas terbatas. Selain itu, jumlah pompa dinilai masih kurang sehingga kemarin pihak Dinas SDA Pemprov DKI Jakarta membantu agar beban air tidak menumpuk di daerah selatan Jakarta.⁣ ⁣ Kami minta pihak kontraktor Adhi Karya (LRT) dan Waskita Karya (Tol Becakayu) segera lakukan koreksi. Kami akan panggil mereka dan review semua proyek mereka di DKI Jakarta. Ini semua ada di AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan). Ketika menyusun AMDAL, ada kewajiban-kewajiban untuk kontraktor menyiapkan semua instrumen pencegah banjir.⁣ ⁣ Ini salah satu contoh, mengapa kami selalu minta kepada seluruh kontraktor proyek di Jakarta untuk mematuhi AMDAL dan menyiapkan mekanisme yang baik dalam mengatasi aliran air ketika musim hujan.⁣ ⁣ Jangan dianggap enteng. Apalagi ini jalan-jalan protokol. Karena ketika anda lalai menjalankan yang sudah ada dalam rencana, kelalaian itu berimplikasi kepada penderitaan ratusan ribu warga yang ada di sekitar ini, yang lalu lalang sekitar jalan ini. Hari ini kita berikan peringatan keras. Dan kita akan minta agar tidak terulang lagi.

A post shared by Anies Baswedan (@aniesbaswedan) on