Diky Candra dan Netizen Koreksi Ridwan Kamil tentang Tol Cigatas

Ngelmu.co – Kemarin pagi, Sabtu (19/1), tepatnya pukul 7.46 WIB, Ridwan Kamil memposting foto dengan disertai pandangannya soal Tol Cigatas atau Cileunyi-Garut-Tasik di aku Twitter. Ridwan Kamil mengatakan bahwa Tol Cigatas adalah hadiah dari Jokowi.

Postingan Ridwan tersebut segera dikomentari oleh para netizen, termasuk salah satunya Diky Candra.

Ridwan menyebut bahwa pembangunan tol itu akan segera mengatasi macet di jalur Bandung menuju ke Garut, dan Bandung-Tasikmalaya. Selwin itu, Ridwan juga menyebut jasa atau peran dari Presiden Jokowi.

“MACET BANDUNG-GARUT dan BANDUNG-TASIKMALRidwan tersebut menjadi AYA akan diselesaikan melalui proyek Jalan Tol CIGATAS (Cileunyi-Garut-Tasik), yg pencanangannya diumumkan Presiden Jokowi kemarin di Cibatu Garut. Hadiah utk warga Garut & Tasikmalaya. Pelaksanaannya Insya Allah tahun 2019 ini. #JabarJuara,” tulis Emil.

Pengguna Twitter lainnya yang tidak sependapat dengan Gubernur Jabar tersebut. Salah satu pengguna Twitter tersebut yang juga merupakan publik figur yaitu Diky Chandra, salah satu selebritis terkemuka di tanah air, yang juga mantan Wakil Bupati Garut.

Diky mengoreksi cuitan dari Kang Emil. Diky menyatakan bahwa proyek tol tersebut sudah lama direncanakan. Proyek tol itu sudah direncanakan sejak dia masih menjabat di era Presiden SBY, dan Gubernur Ahmad Heryawan.

“Proyek ini sudah lama direncanakan sejak saya masih menjabat di era pa @SBYudhoyono gub @aheryawan kepala bapedaprovnya prof deni. Saat senang dan meminta agar mengantisipasi sektor ekonomi limbangan kersamanah yg nantinya tidak lagi jadi jalur lintas.sip,” tulis Diky.

Cuitan Diky tersebut banyak didukung oleh pengguna Twitter lainnya. Berikut adalah komentar-komentar netizen atas pernyataan Ridwan.

Ahmad Fawas dengan akun @fawazstp; “Jadi akuilah kinerja rezim sebelumnya sebagai bentuk etika @dikychandra_ @SBYudhoyono @aheryawan”.

Kemudian Sang Mantan, dengan akun,‏ @b0y4n_05; “hadeuhhh… dikira project itu bisa sim salabim lsg bs di eksekusi. pasti ada lah studi sebelumnya. berkesibambungan dr 1 pejabat ke penerusnya. jd pejabat skrg hrsnya bijak dlm menyampaikan inpoh. seolah2 g ada peran pjbat sblmnya”.

Pada kolom komentar akun milik Ridwan pun juga diserbu pengguna Twitter lainnya. Beberapa di antaranya tidak sependapat dengan istilah hadiah yang ditulis Emil.

Halis Said,‏ dengan akun @H4L15541D; “Hadiah…???? Emangnya uang rakyat itu uangnya jokowi..??? Knapa anda jadi seperti itu..???”.

Akun @pointer_ID mencuitkan; “hati2 kang buat statement.. itu pake uang apbn yg berasal rakyat atau pake uang pribadi jokowi? kalo pake duit rakyat tidak etis disebut “hadiah” karena itu sudah kewajiban pemerintah dan statement anda akan dipertanggung-jawabkan dihadapan Allah SWT