Dinas Kesehatan Menelusuri Perjalanan WN China di Bali Diduga Terjangkit Virus Corona

Dinas Kesehatan Menelusuri Perjalanan WN China di Bali Diduga Terjangkit Virus Corona

Diposting pada 79 views

Ngelmu.co – Belum lama ini beredar kabar bahwa seorang Warga Negara China, yang melakukan kunjungan ke Bali pada akhir Januari lalu, disebut terjangkit virus corona.

Dinas Kesehatan Menelusuri Perjalanan WN China di Bali Diduga Terjangkit Virus Corona

Dinkes Bali Melakukan Contact Tracking

Oleh sebab itu, Dinas Kesehatan Bali langsung melakukan kontak (contact tracking) dari jejak perjalanan wisatawan dari negeri Tirai Bambu itu.

Dilansir dari CNNIndonesia, WN China tersebut diketahui bernama Jin. Jin disebut terbang ke Bali dari Wuhan menggunakan maskapai Lion Air. Ia singgah di Bali sejak tanggal 22 sampai 28 Januari.

Seperti yang kita tahu, Wuhan merupakan Ibu Kota Provinsi Hubei, China, yang disebut sebagai daerah pertama yang terjadinya wabah virus corona, yang kini sudah menyebar ke sejumlah negara di dunia, hingga memakan banyak korban jiwa.

“Kami lakukan pelacakan kontak. Bersama jajaran kami lacak di mana dia menginap. Ini harus cepat dilakukan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Bali, I Ketut Suarjaya, Kamis (13/2).

Contact tracking merupakan proses untuk mengidentifikasi orang yang mungkin telah melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi virus corona.

Menurut pengakuan Surjaya, ia telah mendapatkan data orang yang dimaksud (Jin) dari pihak Kementerian Luar Negeri per hari ini.

“Hari ini saya cari datanya. Karena tak mudah mencari kalau alamatnya tidak lengkap saat dia datang dan pergi,” kata dia.

“Saya juga baru dapat hari ini identitas orangnya dari kementerian. Namun saya tidak bisa sampaikan. Ini hanya untuk internal,” sambung dia.

Kendati demikian, ia cukup yakin bahwa WN China tersebut tidak terinfeksi di Bali. Sebab, di Bali tidak ditemukan kasus positif corona selama ini. Sebab ia menduga, bahwa WN China yang bersangkutan terinfeksi virus ketika sudah berada di negaranya.

Karena menurut informasi, dia kembali sembilan hari sebelum terpapar corona. Terlebih saat itu, di Wuhan virus mematikan ini sedang mewabah.

“Jadi beberapa kemungkinan ada. Bisa saja dia saat sudah di sana (China) baru terpapar. Kalau dirunut dia kan kembali sembilan hari sebelum terpapar corona,” katanya.

Berbagai Upaya untuk Mengantisipasi

Tekait kewaspadaan wabah corona ini, Dinas Kesehatan Bali sudah melakukan berbagai upaya guna mengantisipasi.

“Kami selalu jaga, sudah luar biasa. Hal seperti ini tetap dalam pengawasan kami,” katanya.

Meskipun WA China itu kemungkinan terjangkit setelah kembali ke negaranya, namun kabar ini tetap menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat di sana.

Kekhawatiran ini salah satunya dialami oleh Dewa Bata, yang diketahui bermukin di Gianyar. Ia mengaku terkejut ketika membaca berita dugaan WNA itu terjangkit virus corona.

“Ratu Bhatara (Ya Tuhan), semoga kabar ini tidak benar. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya,” demikian Dewa berdoa kemudian memberi tahu temannya yang lain saat mereka berkumpul di bale banjar di Gianyar.

Terkait kabar WN China yang berkunjung ke Bali dengan menggunakan maskapai Lion Air, maskapai ini pun akhirnya buka suara melalui keterangan resminya. Pihaknya membantah mengenai informasi yang menyatakan satu penumpang dari Wuhan dikabarkan terindikasi virus corona.

Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, penumpang yang dimaksud telah melewati pemeriksaan medis Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, dan dinyatakan dalam keadaan sehat.

“Lion Air menerima keterangan setelah seluruh awak pesawat dan penumpang diperiksa oleh tim medis. Dinyatakan tidak terindikasi terkena virus dimaksud” ujarnya, Rabu (12/2).

Baca Juga: Ahli Harvard Khawatir Corona Tak Terdeteksi di RI, Menkes: Menghina

Danang pun mejelaskan, pada Rabu 22 Janurai lalu, Lion Air melakukan penerbangan internasional dengan pesawat bernomor JT JT-2618 dari Bandar Udara Internasional Tianhe Wuhan, Distrik Huangpi, Provinsi Hubei, China menuju bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Saat itu, Lion Air yang mengoperasikan pesawat Boeing 737-900ER registrasi PK-LJT berangkat sesuai jadwal pada 17.05 waktu setempat dari Wuhan. Pesawat kemudian mendarat di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada 22.55 waktu setempat.

Danang menjelaskan, ketika pesawat berada pada pelataran parkir bandar udara atau apron, petugas teknisi bekerjasama dengan pihak terkait melakukan penyemprotan cairan multiguna pembunuh kuman (disinfectant spray) sesuai prosedur yang berlaku.