Iklan Game Online Hago Melecehkan Guru

Dinilai Melecehkan Guru, Warganet: Stop Iklan Game Online Hago!

Diposting pada 2.222 views

Ngelmu.co – Desember 2018 lalu, iklan Shopee yang menampilkan Blackpink, mendapatkan penolakan dari masyarakat, karena dinilai tidak mendidik. Busana yang digunakan para personel girl band asal Korea itu dinilai tidak etis.

Seolah tak belajar dari kejadian sebelumnya, saat ini muncul kembali iklan yang memicu kontroversi. Iklan tersebut berasal dari salah satu aplikasi game online, Hago. Saking herannya, seorang warganet, Rina Maruti, pun menyampaikan kekecewaannya melalui media sosial Facebook.

“Baru tadi subuh pas sahur iseng nyetel tipi. Lalu, ada sebuah iklan yang bikin kening saya berkerut dan pengen marah rasanya. Sebuah iklan yang gak pantes banget, pengen tau iklan apa? Iklan game online.

Baru aja kemarin saya nge-share postingan tentang wacana Menpora yang akan memasukan e-sport ke kurikulum, ehhh sahur tadi langsung ada iklannya yang berkaitan dengan dunia pendidikan. Begini iklannya:

Di sebuah kelas, terdapat seorang bapak guru yang digambarkan sebagai guru killer, sedang menulis materi pelajaran di papan tulis. Semua siswa dengan terkantuk-kantuk terpaksa mengikutinya, sambil takut jika si guru marah kalau tidak diikuti mencatat materi tersebut. Sementara seorang siswa sudah berdiri di depan kelas, ia sedang di-setrap (tanpa dijelaskan penyebabnya).

Tiba-tiba, datanglah seorang siswa yang terlambat. Namun, si guru killer itu langsung berubah ekspresinya, yang tadinya pasang tampang sok galak, tiba-tiba melunak. Lalu, segera menghampiri anak yang terlambat tersebut, dengan sikap seperti seorang pembantu.

Badannya dibungkukkan, tanda sangat menghormati murid tersebut, lalu tasnya ia bawakan. Dan si anak dipersilakan duduk di kursinya sambil dengan posisi membungkuk-bungkukkan badan seperti seorang jongos pada tuan mudanya.

Si anak dengan santai dan songongnya pun duduk, dagunya ia angkat, tanpa berkata apa-apa. Semua temannya langsung melihat ke arahnya dengan mulut ternganga-nganga, karena takjub. Kenapa si guru killer bisa tunduk padanya.

Pengen tau kenapa? Karena si anak itu jago maen games online, dan si bapak guru itu lawan mainnya. Ending iklannya? Si anak songong itu main games online dengan guru sangar tersebut di taman sekolah.

Buat saya, ini pelecehan banget untuk kami yang berprofesi sebagai pendidik.

Jadi, itukah yang diinginkan oleh pemerintah kita dalam pembentukan karakter anak-anak kita di sekolah? Sudah di rumahnya sulit dikontrol oleh orangtua, ehh … di sekolah sekarang malah didukung bermain games online dan akan masuk kurikulum?

Terus nanti guru-gurunya bakal ada diklat games online dong? Apa guru-guru import itu yang akan ngajarin cara bermain games online yang baik dan benar supaya anak-anak kita sukses menjadi pecandu gadget?

Beginilah caranya menghancurkan bangsa ini dengan mudahnya. Hancurkan melalui anak-anak mudanya,”

Tulisannya itu pun mendapatkan beragam komentar dari warganet lainnya:

Dina Mutia Nurasiah: Astaghfirullahaladziim. Laporkan saja ke KPI, insya Allah Ketua KPI-nya masih waras dan masih peka dengan hal-hal yang tidak mendidik seperti ini. Benar-benar melecehkan profesi guru ini mah.
Shelly Anggriana Gaffar Abidin: Saya pun nonton iklan itu tadi subuh. Sama berkerut kening saya, dan mau marah rasanya. Udah banyak berita kalau murid melecehkan gurunya, gurunya bertindak muridnya lapor. Ditambahin iklan begitu, nambahin moral anak bangsa biar makin hancur.
Erni Syahriani: Saya juga liat iklannya, baru sekali nonton alur ceritanya udah bikin kesel, kok bisa iklan seperti ini lolos sensor, ya?

Hingga Jumat (10/5) kemarin, akhirnya petisi “Iklan Hago melecehkan Guru!” pun muncul, meminta KPI bisa menindak tegas iklan tersebut.

Agar kedepannya tidak muncul lagi iklan-iklan sejenis yang tidak sesuai dengan tidak sesuai norma-norma dalam kemasyarakatan. Hingga kini, petisi tersebut sudah ditandatangani oleh lebih dari 2.400 orang.

Nanda Tresna Apresia: Mungkin yang membuat iklan tidak ada maksud untuk merendahkan. Tapi sejujurnya, saya sebagai seorang guru sangat tersinggung dengan iklan ini. Menurut saya iklan ini sama sekali tidak menarik. Apakah ada guru yang memperlakukan murid dengan sangat hormat hanya karena bermain game bersama? Mohon untuk membuat iklan yang lebih masuk akal.