Ditargetkan 4 Juta Massa, Panitia Reuni 212 Tidak Mengkoordinir dan Mobilisasi Massa

Ngelmu.co, JAKARTA – Ketua GNPF Ulama, Yusuf Martak  menyebut peserta reuni 212 sudah mulai bergerak dari daerah menuju Jakarta. Namun dirinya mengatakan tidak memobilisasi massa dari daerah tersebut.

“Kalau yang dari daerah sebagian sudah ada yang datang. Dari Ciamis yang sudah, dari Jatim, Jateng, Jabar sudah mulai sebagian masuk itu,” kata Panitia Gabungan Reuni 212 yang juga Ketua GNPF Ulama, Yusuf Martak saat dihubungi, Jumat (30/11/2018) malam.

Ia mengaku bukan berarti panita Reuni 212 mengkoordinir peserta yang hadir. Melainkan hanya mendapat informasi adanya peserta reuni 212 yang sudah jalan. “Tapi kan kita tidak mengepul gitu. Jadi kita hanya mendengar ada yang sudah masuk di sana di sini gitu saja. Mereka punya tujuan tempat masing-masing ada yang di mesjid dan ada yang apa,”jelas dia.

“Tapi soal kedatangan dan kepulangan kita hanya menyampaikan selamat datang dan mereka menyampaikan semangat dalam perjalanan pulang kembali. Tidak mengkoordinir dan mobilisasi, nggak mampu kalau gitu,” imbuh dia.

Ia menyebut saat ini persiapan panitia sudah matang. Panggung di kawasan Monas juga sudah dipasang sejak semalam untuk kegiatan tersebut.  Yusuf menyebut diperkirakan massa yang akan hadir melebihi pada saat aksi 212 pada 2017 lalu, ia menargetkan 4 juta peserta akan hadir pada reuni itu.

Dia memperkirakan mulai malam harinya (1/12) peserta kemungkinan sudah tiba di Monas untuk persiapan salat tahajud yang dijadwalkan pukul 03.00 WIB pada (2/12).”Jam 03.00 nggak ada pengisi acara, kita salat tahajutd, salawat, subuh, terus kita rehat, sarapan pagi, lalu baca maulid dan tausiyah. Setelah itu jam 08.00 atau 09.00 baru ada sambutan-sambutan,” sambungnya.

Ia menambahkan panitia juga telah menyiapkan ketersediaan kantong sampah agar peserta tidak membuang sampah sembarangan.

“Memang masing-masing mereka nggak mau ada sampah-sampah. Jadi mereka masing masing sudah mengamankan bekas makanan. Dan disediakan tempat plastok buat buang. Nanti di belakangan paling akhir ada pasukan pemungut sampah. Ada berapa ribu. Bukan bangsa yang kemarin itu kotoran dimana mana, rumput diinjek-injek, sampah dimana mana itu yang harus di tegur,” pungkasnya.