Dulu Soal Azan, Kini Sukmawati Singgung Nabi Muhammad SAW

Dulu Soal Azan, Kini Sukmawati Singgung Nabi Muhammad SAW

Diposting pada 925 views

Ngelmu.co – Setelah sebelumnya Sukmawati Soekarnoputri pernah membacakan sebuah puisi dengan membandingkan kidung ibu pertiwi Indonesia yang lebih indah dari alunan azan, dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018 lalu.

Putri sang proklamator itu kembali menjadi sorotan, kini ia menyinggung soal Nabi Muhammad SAW. Putri Presiden RI pertama Soekarno disorot lantaran melontarkan pertanyaannya dalam sebuah diskusi tentang siapa yang paling berjasa pada awal abad ke-20 untuk kemerdekaan Indonesia.

Ia melemparkan pertanyaan tersebut kepada mahasiswa dan generasi muda saat acara Focus Grup Discussion (FGD) Divisi Humas Polri bertajuk ‘Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme’ di Jakarta pada Senin, 11 November 2019.

Baca Juga: Dukung Sukmawati, Ade Armando Sebut Azan Tidak Suci dan Sering Tidak Merdu

Dalam diskusi tersebut, awalnya ia berbicara tentang perjuangan Indonesia merebut kemerdekaan RI dari jajahan Belanda. Kegiatan itu sendiri dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November 2019. Sukmawati kemudian melontarkan pertanyaan kepada forum. Namun anehnya, dia justru melontarkan pertanyaan yang seolah menyinggung Nabi Muhammad SAW.

“Sekarang saya mau tanya semua, yang berjuang di abad 20 itu Yang Mulia Nabi Muhammad apa Ir Sukarno, untuk kemerdekaan? Saya minta jawaban, silakan siapa yang mau jawab berdiri, jawab pertanyaan Ibu ini,” tanya Sukmawati

Akibat pernyataannya, ia dipolisikan Koordinator Bela Islam (Korlabi) ke polisi atas dugaan penistaan agama. Ucapan Sukmawati itu dinilai sebuah penistaan terhadap agama. Pihak pelapor meminta polisi segera mengusut laporan tersebut.

“Kami Korlabi mendampingi Ibu Ratih atas nama pribadi/Muslimah dengan melaporkan Sukmawati atas dugaan penghinaan kepada Nabi Muhammad dengan apa yang dikatakan oleh Sukmawati, yaitu membandingkan Sukarno dengan Nabi Muhammad,” jelas Sekjen Korlabi Novel Bamukmin dalam keterangannya, yang dikutip dari detik Sabtu (16/11).