Faisal Basri

Ekonom UI: Jelang Pemilu, Tiba-tiba Indonesia Jadi Pengimpor Besar Dunia

Ngelmu.co, JAKARTA – Pakar ekonomi Faisal Basri mengkritik besarnya impor gula yang dilakukan Pemerintah RI pada dua tahun belakangan ini.

“Menjelang pemilu, tiba-tiba Indonesia menjadi pengimpor gula terbesar di Dunia. Praktek rente gila-gilaan seperti ini berkontribusi memperburuk defisit perdagangan,” ujar FaisalBasri seperti dikutip Ngelmu.co dari cuitan di Twitter-nya @FaisalBasri pada Jumat (11/1/2019).

Hingga kini cuitan Faisal Basri tersebut berkembang viral dengan menuai 364 komentar, disukai 3.778 orang dan di-retweet hingga 3.278 kali.

Dia kemudian mengunggah infografik berupa grafik batang berjudul “Principal Sugar Importing Countries in 2017/2018” yang bersumber dari Statista. Cuitan itu hingga kini menuai 334 komentar, disukai oleh 3.500 orang dan di-retweet hingga 3.100 kali.

https://platform.twitter.com/widgets.js

Dari grafik batang itu terlihat sepanjang tahun 2017-2018, Indonesia mengimpor gula hingga 4,45 juta ton.

Volume impor gula ini tertinggi dibanding Cina (4,2 juta ton), Amerika Serikat (3,11 juta ton), Uni Emirat Arab (2,94 juta ton), Bangladesh (2,67 juta ton), dan Aljazair (2,27 juta ton).

Volume gula yang diimpor Indonesia itu juga melampaui negara seperti Malaysia (2,02 juta), Nigeria (1,87 juta ton), Korea Selatan (1,73 juta ton), dan Arab Saudi (1,4 juta ton).

Faisal rupanya juga mempersoalnya tingginya harga eceran gula di Indonesia selama Januari 2017 hingga November 2018.

Ia juga mengunggah data dari olahan dari Bank Dunia dan BPS berjudul Perbandingan Harga Gula Dunia dan Indonesia

“Harga eceran gula di Indonesia 2,4 hingga 3,4 kali lebih mahal dari harga gula Dunia selama Januari 2017 sampai November 2018. Impor gula rafinasi membanjir. Pemburu rente meraup triliunan rupiah. Mengapa semua diam?” kata dia.

Dalam grafik garis yang dilampirkan itu terlihat perbandingan data harga gula eceran di Indonesia, di Uni Eropa dan di dunia. Tren harga gula eceran di Indonesia selalu lebih tinggi dibandingkan di Uni Eropa maupun dunia.

Sebagai contoh, per Januari 2017, harga gula per kilogram di Indonesia US$ 1,1, sementara harga gula di dunia US$ 0,45. Begitu juga per Juni 2017, harga gula sebesar US$ 1 per kilogram, atau lebih tinggi ketimbang harga di dunia US$ 0,31.

Pada November 2018, harga gula di Indonesia sebesar US$ 0,85 atau melampaui harga gula dunia US$ 0,28. Dengan kurs Rp 14.041 per dolar AS, harga gula di Indonesia saat itu mencapai Rp 11.936 atau tiga kali lipat dari harga gula dunia Rp 3.932 per kilogram.

Untuk diketahui, selama 2018, pemerintah menetapkan impor gula mentah untuk industri rafinasi sebesar 3,6 juta ton. Sedangkan untuk periode Januari-Mei 2019, kuota impor yang diberikan sebanyak 1,1 juta ton guna menambal kebutuhan konsumsi.