Epidemiolog UI Sebut Kemenkes Salah Baca Undangan dari WHO

  • Bagikan
WHO Undang Menkes Terawan
Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Budi Hidayat

Ngelmu.co – Epidemiolog–Juru Wabah–Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono, menyebut pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes), telah keliru dalam membaca dan menafsirkan undangan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), untuk Menkes Terawan Agus Putranto.

Pandu, menjelaskan, dalam surat undangan, WHO, tidak menyebut Indonesia, telah sukses menangani COVID-19.

Melainkan WHO, menyebut Indonesia, berhasil melaksanakan Intra-Action-Review (IAR), penanganan Corona.

IAR, kata Pandu, merupakan peninjauan atas kelemahan suatu negara dalam penanganan COVID-19, beserta solusinya.

Semua pemangku kepentingan di Indonesia, yang di-koordinir oleh Kemenkes, adalah pihak yang perlu melakukan IAR.

“We are extending an invitation for you (Terawan), to join at the press conference the WHO Director General, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, and Ministers of Health of three other countries, and to share Indonesia’s experience for successfully conducting a national COVID-19 IAR and applying critical lesson identified during the IAR for the improvement of COVID-19 outbreak response.”

Demikian penggalan surat undangan WHO dalam bahasa Inggris, yang menurut Pandu, telah salah diartikan oleh Kemenkes.

“Kemenkes salah baca itu, itu Indonesia, sukses melakukan review internal yang dilakukan sejak akhir Juli,” tuturnya, mengutip Kumparan, Jumat (6/11).

“Jadi evaluasi, identifikasi kekuatan, kelemahan, dan solusi yang harus dilakukan untuk perbaikan respons,” sambung Pandu.

“Kalau suatu negara mau melakukan itu, didorong WHO. Kemenkes yang koordinasikan dengan seluruh stakeholders Indonesia,” jelasnya lagi.

“(Jadi) yang disebut sukses itu, sukses melaksanakan review,” lanjut Pandu.

Ia, juga menjelaskan jika undangan WHO, justru menunjukkan Indonesia, belum sukses menangani pandemi.

Tetapi bahasa yang mereka gunakan dalam surat sangat ‘hati-hati’, agar tidak menyinggung.

“Itu bahasanya halus banget, bahasa diplomatis, tapi yang membaca enggak ngerti. Mungkin orang Kemenkes, yang ngomong enggak ngerti IAR itu apa,” kata Pandu.

Baca Juga: Jokowi Kukuh Pilkada 9 Desember, Epidemiolog UI: Katanya Kesehatan Nomor 1?

WHO, menurut Pandu, akan memberi masukan untuk Indonesia, yang belum sukses menangani COVID-19.

Ia, menyebut WHO, akan meminta agar Indonesia, memperbaiki sejumlah sektor yang lemah, seperti dengan menyusunnya dalam IAR.

“Kalau Indonesia, belum sukses (tangani Corona), tapi sudah sukses identifikasi kelemahan,” jelas Pandu.

“Sekarang dikompilasi, mau disampaikan langsung oleh Tedros, ‘Hei Indonesia, kamu sudah identifikasi, ini-ini harus diperbaiki, sanggup tidak?‘,” kata Pandu, mengibaratkan.

“Dalam review itu ada solusi yang kita tawarkan, kita harus belajar memperbaiki dan memperkuat respons kita, karena dianggap sebenarnya belum berhasil,” pungkasnya.

Sebelumnya, dikabarkan WHO, mengundang Menkes Terawan, untuk berbagi pengalaman soal penanganan COVID-19, di Indonesia.

Terawan, akan menyampaikan penjelasannya dalam konferensi pers dengan Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dan Menkes dari tiga negara lainnya.

Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Budi Hidayat, menyatakan undangan tersebut membuktikan bahwa WHO, menganggap Indonesia, mampu mengendalikan COVID-19.

“Alhamdulillah, Indonesia, termasuk tiga negara yang berhasil merespons dan mengendalikan pandemi COVID-19,” kata Budi.

  • Bagikan
ngelmu.co