Gas Alam di Laut Hitam Turki

Erdogan Umumkan Temuan Gas Alam di Laut Hitam: Terbesar dalam Sejarah Turki

Diposting pada 321 views

Ngelmu.co – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengumumkan jika negaranya berhasil menemukan sumber gas alam di Laut Hitam, pada Jumat (21/8) lalu.

Berdasarkan sejarah, temuan ini menjadi cadangan terbesar, yakni 320 miliar meter kubik, dan dinyatakan dapat segera beroperasi, pada 2023 mendatang.

“Turki, telah menyadari penemuan gas alam terbesar dalam sejarahnya di Laut Hitam.”

Demikian disampaikan Erdogan, dalam pidato yang disiarkan televisi dari istana Ottoman di Istanbul, seperti dilansir Reuters, Sabtu (22/8).

Pada kesempatan itu, terhubung ke sebuah kapal bor di Laut Hitam bagian barat; melalui video.

Kapal tersebut menemukan ladang gas sekitar 100 mil laut, di utara pantai Turki.

“Cadangan ini sebenarnya adalah bagian dari sumber daya alam yang jauh lebih besar,” kata Erdogan.

“Insya Allah, akan lebih banyak lagi yang datang. Tidak berhenti sampai kita jadi eksportir bersih energi,” imbuhnya.

Jika gas bisa di-ekstraksi secara komersial, maka penemuan itu dapat mengubah ketergantungan impor energi Turki pada Rusia, Iran, dan Azerbaijan.

Erdogan mengatakan, negaranya bertekad menjadi eksportir energi murni.

Menanggapi hal ini, analis mengatakan, kabar tersebut merupakan penemuan besar.

Meskipun belum jelas, 320 miliar meter kubik, mengacu pada perkiraan total gas atau jumlah yang bisa di-ekstraksi

“Ini adalah penemuan terbesar Turki, dengan selisih lebar, dan salah satu penemuan global terbesar tahun 2020.”

Demikian disampaikan pihak konsultan Wood Mackenzie, Thomas Purdie.

Menurut Ketua Parlemen Turki, pengumuman besar tentang penemuan gas alam di Laut Hitam merupakan langkah maju bagi negaranya.

“Ini hari bersejarah, titik balik bangsa kita,” kata Mustafa Sentop, kepada kantor berita Anadolu.

“Turki akan tumbuh dengan pesat dan mengambil langkah besar menuju kemakmuran, serta pembangunan dengan menghilangkan biaya energi,” sambungnya.

Diketahui, penemuan gas terletak di perairan sedalam 2.100 meter.

Menteri Energi, Fatih Donmez, mengatakan pengeboran akan dilakukan hingga 1.400 meter di bawah dasar laut.

“Kami akan turun 1.000 meter lagi, dan data menunjukkan kami mungkin juga akan menemukan gas di sana,” tuturnya.

Baca Juga: “Kebangkitan Hagia Sophia Langkah Awal Pembebasan Masjid Al-Aqsa”

Seluruh pengujian analisis dan studi teknik yang diperlukan, kata Erdogan, telah diselesaikan di sumur Tuna-1.

Sumur Tuna-1 merupakan lokasi penemuan gas alam, yang kini berganti nama menjadi Ladang Gas Sakarya; berdasarkan provinsi Laut Hitam terdekatnya.

Kapal pengebor Fatih—setinggi 103 meter—adalah yang menemukan ladang gas tersebut, dan sudah beroperasi, sejak 20 Juli.

Kapal itu dibongkar di Istanbul, agar bisa melintas dengan aman di bawah jembatan yang membentang di Selat Bosphorus; menuju utara Laut Hitam.

Kapal tersebut berlayar pada Jumat (29/5) lalu, dari Istanbul ke Pelabuhan Trabzon di Laut Hitam.

Di mana pada Sabtu (6/6), kapal itu mencapai tujuannya untuk dirakit kembali.

Diketahui, Turki, telah melakukan sembilan pengeboran laut dalam dengan kapal Fatih dan Yavuz, di Laut Hitam dan Laut Mediterania.

Pada akhir tahun, Turki, akan meningkatkan pekerjaannya di Laut Mediterania, dengan kapal bor Kanuni; saat ini sedang dalam perawatan.

Terlepas dari itu, penemuan gas alam di Laut Hitam, diharapkan dapat memainkan peran penting dalam menurunkan pengeluaran impor gas tahunan negara.

Di mana angkanya sudah mencapai US$ 12 miliar atau sekitar Rp177,2 triliun).

Langkah itu juga membantu meringankan defisit neraca berjalan yang sudah mendorong lira ke rekor terendah, terhadap dolar AS.

“Kami akan menghapus defisit transaksi berjalan dari agenda negara kami.”

Demikian disampaikan Menteri Keuangan, Albayrak, dari geladak kapal bor Fatih.

Direktur Hidrokarbon di Observatorium Mediterania untuk Energi yang berbasis di Paris, Sohbet Karbuz, mengatakan Turki dapat bergerak maju; cepat, dengan keputusan investasi.

“Prosesnya akan berjalan sangat cepat, dari segi pembiayaan, waktu, dan prosedur,” ujarnya.

“Bantuan perusahaan asing mungkin akan dibutuhkan dari segi teknis dan teknologi, tapi saya melihat 2023, sebagai target yang masuk akal,” lanjut Karbuz.

Dalam wawancara dengan TRT Haber, Menteri Energi Turki, Donmez, menyampaikan eksplorasi gas di lapangan akan ditangani oleh perusahaan milik negara.

Sebagai informasi, sebelumnya Turki, pernah menugaskan perusahan minyak; British BP, Shell Belanda, dan RDS, untuk mencari minyak dan gas di wilayahnya.

Namun, selama bertahun-tahun melakukan penelitian dan pencarian, ketiga perusahaan itu tak berhasil menemukan satu pun sumur atau ladang gas dan minyak.

Tetapi kini, Turki, berhasil meneliti dan mencari sendiri gas alam di Laut Hitam, hanya dalam waktu satu bulan.