Fadjroel Bilang Utang RI Era SBY Ugal-ugalan, Fakta: Utang RI Era Jokowi Terbesar Sejak Indonesia Merdeka

Ngelmu.co, JAKARTA – Mochamad Fadjroel Rachman yang merupakan relawan Jokowi dan kini menjadi Komisaris Utama PT Adhi Karya sempat mengunggah cuitan berisi komentar terkait utang pemerintah pada tahun 2014 lalu.

Saat itu, Fadjroel menyebut bahwa dirinya mengajak untuk mengawal Presiden Jokowi menyelenggarakan Negara tanpa utang. Dia juga mengkritik di era SBY, utang RI ugal-ugalan. “Ayo Indonesia, Kita kawal Presiden Jokowi untuk tidak menyelenggarakan negara dengan utang. Cukup SBY utang ugal-ugalan,”Katanya dalam cuitan pada 10 September 2014 lalu, atau belum lama setelah Jokowi memenangkan Pemilihan Presiden 2014.

Tiga tahun berlalu, ternyata utang yang ditarik pemerintahan Jokowi luar biasa besar. Bayangkan saja, sampai April lalu ketika usia pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) menginjak dua setengah tahun, utang pemerintah sudah bertambah sebesar Rp1.062 triliun.

Angka itu melebihi utang yang ditarik pada periode kedua pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono SBY pada 2010-2014. Sepanjang rentang waktu itu, utang yang dihimpun pemerintahan SBY mencapai Rp1.019 triliun. Sejumlah kalangan pun lantas berseloroh bahwa pertumbuhan utang di masa pemerintahan Jokowi mencatatkan rekor baru.

“Sejak Indonesia merdeka, inilah rekor utang tertinggi,” ujar Fadli Zon, politikus Gerindra, dalam keterangan tertulisnya beberapa waktu lalu.

Nah, tumpukan utang pemerintah bakal semakin menggunung. Sebab, dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2017, pemerintah mematok defisit fiskal di angka 2,92%. Untuk menambal defisit sebesar itu, tentu saja pemerintah harus mencari utang baru yang besarnya bisa mencapai Rp397 triliun. Angka itu melonjak 20% dibanding defisit yang ada dalam APBN 2017 sebesar Rp330,2 triliun.

Besaran defisit dalam RAPBN-P 2017 memang bisa ditekan lebih kecil dari asumsi sekarang. Katakanlah, berkat pembahasan di DPR dan realisasi serapan belanja negara yang jarang sampai 100%, defisit fiskal bisa dipangkas di angka 2,67%. Toh demikian, utang baru tetap harus dicari untuk menambalnya.

Bagaimana perbandingan tambahan utang era Jokowi dengan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)?

Dalam kurang lebih 2,5 tahun pemerintahan Jokowi, jumlah utang pemerintah Indonesia bertambah Rp 1.062 triliun. Rinciannya yaitu pada 2015 bertambah Rp 556,3 triliun dan 2016 bertambah Rp 320,3 triliun, lalu pada 2017 dimungkinkan utang bertambah Rp 379,5 triliun menjadi Rp 3.864,9 triliun.

Rasio utang terhadap PDB masih bergerak pada level yang aman, yaitu pada kisaran 27-28%.Tambahan utang pada 2015 memang sangat besar. Penyebabnya adalah target pajak yang dipasang terlalu tinggi dibandingkan 2014, sementara satu sisi ekonomi melambat. Belanja yang sudah dikucurkan sangat besar harus ditutup dengan penerbitan utang.

Pada periode 2016, hal yang sama hampir saja terulang. Untung saja pada pertengahan tahun, pemerintah memangkas belanja pemerintah pusat dan transfer ke daerah. Sehingga utang tidak bertambah terlalu banyak.

Utang pemerintah sepanjang tiga tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengalami peningkatan lebih dari seribu triliun. Data Kementerian Keuangan menunjukkan bahwa posisi utang pemerintah pada Mei 2017 mencapai Rp 3.672,33 triliun, yang berarti meningkat Rp 1.063,6 triliun atau 40,77 persen dari posisi akhir 2014, yakni Rp 2.608,78 triliun.

Sepanjang 2015, utang pemerintah meningkat Rp 556,35 triliun atau 21,3 persen dari tahun sebelumnya. Lalu pada 2016 kembali bertambah Rp 350 triliun atau 11,1 persen menjadi Rp 3.515,45 triliun. Kemudian sepanjang Januari-Mei 2017, utang negara kembali meningkat Rp 156,87 triliun atau 4,46 persen.

Demikian pula ratio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada Mei 2017 juga meningkat 3,4 persen poin menjadi 28,1 persen dari posisi akhir 2014, yakni 24,7 persen. Rasio utang pemerintah terhadap PDB pernah mencapai level tertingginya pada 2000, yakni sebesar 89 persen akibat krisis finansial Asia pada 1998.