Fanpage ‘Jerusalem Prayer Team’ Paksa Pengguna Facebook Dukung Israel

  • Bagikan
Fanpage Jerusalem Prayer Team

Ngelmu.co – Para pengguna media sosial Facebook, membongkar sebuah kejanggalan. Akun mereka, dibuat otomatis menyukai fanpage ‘Jerusalem Prayer Team‘.

“Hari ini, Facebook meluncurkan halaman baru yang mendukung pendudukan Israel, ‘Jerusalem Prayer Team’,” tutur @YossraAghoutane.

“[Facebook] Menambahkan lebih dari 76 juta pengguna ke halaman tersebut,” sambungnya, sebagaimana Ngelmu kutip, Sabtu (15/5).

“Anda mungkin terkejut, melihat bahwa teman, kerabat, atau bahkan akun Anda sendiri, telah ditambahkan ke halaman yang menyesatkan itu,” imbuhnya lagi.

Bukan hanya Yossra yang menyuarakan hal ini. Seorang aktivis Muslim bernama Sharjeel Usmani, juga buka suara.

“Facebook membantu ‘Jerusalem Prayer Team’, dengan membiarkan akun kami mengikuti halaman mereka secara otomatis, tanpa persetujuan kami,” bebernya.

“Saya tidak pernah menyukai halaman itu. Begitu juga 500 teman Facebook saya, tetapi kami tetap mengikutinya,” ungkapnya lagi.

“Facebook membuat halaman ‘Jerusalem Prayer Team’, dan menambahkan 76 juta orang, tanpa persetujuan mereka?” tanya @Proxiouslol.

“Bahkan, saya mendapati diri saya serta beberapa teman, menyukainya, tanpa pernah mendengar atau diminta?” lanjutnya.

“Saya perhatikan, Anda, bahkan tak bisa menolak untuk tidak menyukai halaman tersebut,” imbuhnya lagi.

Baca Juga: Atlet Dunia Turut Suarakan Dukungan untuk Palestina

Sementara kata @RMac18, “Pengguna Facebook di seluruh dunia, mengeluh, bahwa akun mereka dibuat untuk menyukai atau mengikuti halaman ‘Jerusalem Prayer Team’, tanpa persetujuan.”

“Secara internal, para pegawainya telah menandai hal ini sebagai potensi krisis PR [Public Relations],” sambung jurnalis senior bernama Ryan itu.

Begitu juga dengan akun @ShadabPeerzada, yang menginformasikan, “Semua
akun Facebook diretas, dan secara otomatis menyukai halaman ‘Jerusalem Prayer Team’. Mohon non-aktifkan akun Facebook Anda.”

Salah satu unggahan pada fanpage ‘Jerusalem Prayer Team‘, yang Ngelmu lihat adalah pernyataan bahwa Israel, butuh bantuan dana.

“Israel sangat membutuhkan bantuan keuangan Anda.”

“Lebih dari 2.000 rudal telah ditembakkan ke negara itu.”

“Kami memiliki hadiah yang cocok, sebesar $200.000. Semua yang Anda berikan, akan berlipat ganda.”

Hapus Konten Serangan yang Terjadi di Palestina

Sebelum memaksa para pengguna menyukai fanpage ‘Jerusalem Prayer Team’, Facebook–juga Instagram–telah dilaporkan.

Kedua media sosial tersebut, diduga menghapus tagar pun unggahan yang menunjukkan serangan Israel kepada Palestina.

“Sekarang, Instagram melarang tagar Al-Aqsa untuk digunakan di platform-nya,” ungkap spesialis media sosial, @yasserashour95.

Sedangkan pemilik akun @nooranhamdan yang merupakan seorang peneliti, membeberkan:

‘Sensor’ Palestina di seluruh platform media sosial, menjelaskan, mengapa unggahan [tentang serangan yang terjadi] itu penting.

Jelas, dampak cuitan pun Instagram Story dari siapa pun yang tak ada di lapangan, tidak dapat diremehkan.

Terus unggah, bagikan, dan retweet #SaveSheikhJarrah.

Bikin #SaveSheikhJarrah tetap trending, terus bagikan cuplikan dari Yerusalem yang diambil oleh keluarga El Kurd dan warga Palestina lainnya.

Terus unggah di Facebook dan Instagram, tag perwakilan terpilih Anda. Laporkan serta blokir setiap ‘pancingan’ Zionis yang Anda temui. Jangan terlibat.

Mari rencanakan badai Twitter, dan unggah secara massal di setiap platform. Kami menolak untuk membungkam #SaveSheikhJarrah.

Facebook dan Instagram, dituding melakukan penyensoran konten serangan yang terjadi di Palestina.

Padahal, serangan Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa, serta jalur Gaza, tak dapat disembunyikan, karena masih terus terjadi.

Bahkan, penduduk Sheikh Jarrah, terancam diusir secara paksa dari rumah mereka.

Salah seorang warga Palestina yang merekam serangan tersebut, mencoba mengunggah video kekerasan itu ke media sosial.

Namun, unggahannya mendapat sensor, pembatasan, atau bahkan pemblokiran.

Salah satunya penulis Palestina dari Yerusalem, Mohammed El Kurd. Ia, hendak mengunggah video tentang kekerasan di Sheik Jarrah.

Tetapi ketika akan mengunggahnya, El Kurd justru mendapat peringatan, bahwa kontennya berpotensi dihapus oleh Instagram.

“Beberapa postingan Anda, sebelumnya tidak mengikuti pedoman komunitas kami,” pesan Instagram kepada El Kurd.

“Jika Anda mengunggah sesuatu yang bertentangan dengan pedoman kami lagi, akun Anda dapat dihapus,” sambung peringatan tersebut.

“Termasuk unggahan, arsip, pesan, dan pengikut Anda,” tutup pesan itu.

Namun, dunia tidak tinggal diam. Cuitan #SaveSheikhJarrah pun #SavePalestine, masih terus terdengar.

Respons Instagram

Merespons persoalan ini, Instagram hanya mengatakan, adanya kesalahan teknis yang menyebabkan sebagian orang tidak dapat mengunggah.

Instagram, juga mengeklaim hal itu dialami secara global, “Kami tahu, bahwa beberapa orang mengalami masalah saat mengunggah dan melihat cerita.”

“Ini adalah masalah teknis global yang tersebar luas, tidak terkait dengan topik tertentu.”

“Kami sedang memperbaikinya sekarang. Kami akan memberikan pembaruan secepat yang kami bisa,” klaim Instagram.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ngelmu.co