Film Nussa Panen Pujian, yang Tuding Taliban? Ya, Itu-Itu Saja

  • Bagikan

“Ah, elo ayam sayur, Eko. Diajak nonton dan diskusi langsung sama gue, enggak nongol idung lo. Mengonfirmasi untuk tidak datang,” kata Angga.

“Ayam sayur kayak lo, cuma berani sembunyi di balik jempol. Gak cukup punya nyali dan intelektualitas buat berdebat,” sambungnya.

“Bisanya cuma datang, isu identitas pakai jempol,” imbuhnya ‘menyentil’.

Sebenarnya, ada yang menyahut, dan satu suara dengan Eko. Orang ini mengingatkan agar publik membedakan anak Indonesia, dengan anak-anak taliban.

Namun, Ngelmu, enggan membahas yang satu ini lebih lanjut. Para pengguna media sosial–khususnya Twitter–juga sudah menanggapinya dengan cerdas.

Eko dan Pengelakannya

Ryan Adriandhy yang merupakan komika sekaligus penggarap Nussa, bersama Visinema Pictures, buka suara.

Ia membeberkan, bagaimana Eko, mengelak, dan lebih memilih untuk melanjutkan kicauannya di media sosial.

“Kami undang resmi baik-baik. Kami ajak nonton private. Gratis. Disewain studio Premiere XXI di Plaza Senayan. Kursi enak; supaya lihat produknya dulu sebelum menuduh. Lihat ceritanya. Kualitas animasinya. Mau diajak diskusi santai sama kreator, enggak mau, maunya lanjut ngebacot.”

Membaca cuitan Ryan, pemilik akun @lazuandi, meminta agar Eko, dimaafkan, “Anggap angin lewat.”

Alih-alih membuat publik mengurungkan niat menonton film Nussa, cuitan Eko justru memicu tanya, ‘belum kebagian jatah’…

  • Bagikan
ngelmu.co