FPI: Ada Operasi untuk Memfitnah HRS

Ngelmu.co, JAKARTA –Habib Rizieq Syihab dikabarkan diperiksa polisi Arab Saudi terkait bendera berkalimat tauhid di dinding rumahnya. Dia membuat klarifikasi melalui akun twitternya yang dikutip Ngelmu.co pada Rabu (7/11/2018).

HRS menyebut setelah suksesnya Aksi Bela Tauhid 211 hari Jum’at (2/11/2018) lalu, kemudian Deklarasi Koppasandi pada hari Ahad (4/11/2018), serta pekan-pekan terakhir menjelang Reuni Akbar 212 (2/12/2018), intensitas gangguan dan intimidasi kepada HRS kembali meningkat.

Kuasa hukum FPI, Munarman mengatakan, yang memasang bendera tersebut adalah tukang fitnah yang ingin mempersulit Habib Rizieq di Saudi.

“Bendera dipasang tukang fitnah. Ada operasi false flag terhadap HRS (Habib Rizieq Shihab) di Mekah saat ini. Mereka berharap, dengan adanya peristiwa tersebut HRS mendapatkan kesulitan dari pihak keamanan Saudi,” kata Munarman Rabu (7/11/2018).

Dia menambahkan, dengan kejadian ini memperlihatkan kejahatan pihak memfitnah tersebut. Ia menyinggung, tak cukup melakukan fitnah di Indonesia, namun kini juga di Saudi.”Tujuannya hanya satu, yaitu HRS mendapatkan kesulitan dan mereka para tukang fitnah berharap celaka ke HRS,” ujar Munarman.

Kemudian, ia menyebut, diduga ada pihak yang sengaja menimbulkan kemudharatan terhadap Habib Rizieq.

Namun, dia menegaskan, kelakuan jahat ini tak terealisasi karena Habib Rizieq sudah berada di kediamannya di Mekah. “Mereka menyukai dan senang, apabila HRS ditimpa kesulitan dan kesusahan. Namun, Allah adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong bagi HRS. Alhamdulillah, beliau sudah berada di rumah,” tuturnya.

Sebelumnya, Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel mengatakan, sudah melakukan komunikasi intens dengan pihak terkait mengenai yang dituduhkan ke Habib Rizieq Shihab.

Habib Habib Rizieq sempat diamankan aparat Saudi pada tanggal 5 November 2018. Hal ini, karena diketahui soal pemasangan bendera hitam yang mengarah pada ciri-ciri kelompok ekstremis. Imam Besar FPI itu ditahan pada hari itu, dan dikeluarkan dari tahanan keesokan harinya dengan jaminan.