Penghina Nabi Muhammad

FPI ‘Kepung’ PN Tangerang saat Penghina Nabi Muhammad Diadili

Ngelmu.co – Sidang atas terdakwa, penista agama dan penghina Nabi Muhammad SAW, Pendeta Abraham Moses alias Pendeta Saifuddin Ibrahim, kembali digelar Pengadilan Negeri Tangerang pada hari Kamis 12 April 2018. Berbagai kelompok organisasi massa Islam, termasuk FPI memenuhi PN Tangerang untuk menyaksikan jalannya persidangan penghina Nabi Muhammad tersebut.

Adapun agenda sidang kali ini adalah mendengarkan saksi ahli atas kasus penistaan agama yang dilakukannya di media sosial. Pada sidang sebelumnya, Senin 9 April 2018, Majelis Hakim yang diketuai Muhammad Damis mendengar keterangan saksi dari Abraham Moses.

dilansir dari Viva, di lokasi persidangan, gedung Pengadilan Negeri Tangerang yang berada di Jalan Taman Makam Pahlawan, Tangerang, sudah dipenuhi massa dari berbagai organisasi Islam. Massa yang datang bertujuan untuk mengawal jalannya sidang penghina Nabi Muhammad. Sebagian besar massa yang mengepung PN Tangerang itu dari Front Pembela Islam (FPI) Kota Tangerang. Banyaknya massa aksi yang datang mengawal sidang membuat penjagaan di PN Tangerang diperketat.

Penghina Nabi Muhammad
Abraham Moses

 

Baca juga: Allahu Akbar! Polisi Tangkap Saifuddin Ibrahim, Pendeta Penghina Nabi Muhamamad

Menurut Kapolsek Tangerang, Kompol Ewo Samono, jumlah personel kepolisian yang diterjunkan untuk mengamankan jalannya sidang kali ini, yakni 150 personel. Bahkan beberapa personel bersenjata lengkap. Memasuki gedung putih tersebut, petugas kepolisian melakukan pemeriksaan barang bawaan para pengunjung terutama pada massa aksi yang ingin mengawal jalannya persidangan.

“Pemeriksaan barang bawaan juga identitas kita lakukan supaya mengamankan jalannya sidang. Untuk personil kita tempatkan di beberapa titik yakni, luar pengadilan, ruang sidang dan lorong. Personil senjata lengkap juga kita siagakan di titik titik tertentu,” kata Ewo.

Ewo juga menyebutkan bahwa dirinya memprediksi jumlah massa yang akan mendatangi gedung bertingkat 5 ini sebanyak 150 massa aksi. Ewo juga mengungkapkan harapannya bahwa massa yang datang tersebut dapat menjaga kondusifitas wilayah.

Baca juga: Mari Kawal Sidang Ujaran kebencian dan pemurtad, Pendeta Saifudin Ibrahim

Diketahui sebelumnya, Moses yang merupakan terdakwa penghina Nabi Muhammad dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) UU ITE tersebut diatur dalam Pasal 45 ayat (2) UU ITE yang disebutkan setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Pada pasal itu diatur pula ancaman hukuman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun atau denda paling banyak Rp1 miliar.

Terkait dasar penangkapan Moses atas tiga postingan yang menjadi dasar pelaporan, yaitu postingan tanggal 12 November 2017 berjudul Sayembara 11, postingan tanggal 24 November 2017 berjudul Dongeng 15, dan postingan berjudul Alasan 17 dan video berdurasi 4 menit 25 detik.

Abraham Ben Moses dalam videonya yang viral di Facebook, tampak berbincang dengan seorang sopir taksi online. Dalam pembicaraan itu, Abraham sempat menanyakan agama sopir tersebut. Lalu, Abraham mengutip salah satu ayat dalam keyakinan agama sang sopir terkait pernikahan. Ia kemudian melecehkan Nabi Muhammad yang dianggapnya tidak konsisten dengan ucapannya, dan melanggar perintah agamanya. Abraham juga menghasut sang sopir agar mau masuk ke dalam agamanya.