FPI Respon GP Ansor soal Pembakaran Bendera Tauhid

Diposting pada 1.302 views

Ngelmu.co – Media sosial dihebohkan adanya video yang menampakkan pembakaran bendera tauhid oleh kader Banser.

Menanggapi hal itu, Front Pembela Islam (FPI) mengutuk pembakaran bendera bersimbol kalimat tauhid di Garut, Jawa Barat. FPI menegaskan bahwa pembakaran bendera tauhid merupakan tindakan biadab.

“Ini tindakan biadab, tidak beradab mirip gaya PKI, kami sangat mengecam dan mengutuk dengan tindakan mereka, apa mereka tidak tahu di situ ada kalimat tauhid? Setan apa yang masuk ke mereka,” kata juru bicara FPI Slamet Ma’arif, Senin (22/10/2018), dikutip oleh Detik.

Slamet menyatakan bahwa PBNU seharusmya mengambil tindakan atas perbuatan Banser itu. Slamet juga menilai PBNU seharusnya meminta maaf kepada seluruh umat Islam atas tindakan Banser tersebut. Sebab, menurut Slamet, pembakaran bendera tauhid itu mengarah kepada penodaan agama, polisi wajib usut dan tangkap pelakunya.

Baca juga: Ini Kata GP Ansor Soal Pembakaran Bendera Tauhid

Sebelumnya, GP Ansor menyebutkan bahwa bendera yang dibakar itu adalah bendera HTI, organisasi yang sudah dibubarkan pemerintah. Menjawab pernyataan GP Ansor itu, Slamet menegaskan bahwa bendera HTI berbeda dengan bendera tauhid.

“Kalau bendera HTI itu ada tulisan HTI-nya. Itu bendera tauhid kebanggaan Rasulullah,” tegas Slamet.

Diberitakan sebelumnya, hari ini, Senin (22/10), tepat di hari Santri, di media sosial beredar video dengan keterangan oknum anggota Banser membakar bendera berkalimat tauhid.

Terkait hal itu, GP Ansor yang merupakan induk dari Banser, menyatakan bahwa pembakaran itu sebenarnya dilakukan pada bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sekaligus untuk menjaga kalimat tauhid.

Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas menyatakan langsung setelah menelusuri video tersebut. Yaqut mengatakan bahwa anggotanya melihat bendera tersebut sebagai simbol bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), ormas yang sudah dibubarkan pemerintah.