Gencatan Senjata Terjadi, Gaza Menang Lagi

Ngelmu.co, GAZA – Pada Selasa (13/11/2018), tepat pukul 5 sore waktu Gaza, ketegangan yang terjadi sejak Ahad malam antara militer Israel dengan para pejuang Palestina berakhir dengan disepakatinya gencatan senjata yang dimediasi oleh pemerintah Mesir. Gencatan senjata pada umumnya dipatuhi pada hari Rabu (14/11).

Hamas dan kelompok militan Palestina lainnya pada hari Selasa sore (13/11) menerima usulan gencatan senjata yang ditengahi Mesir dan akan mematuhinya jika Israel melakukan hal yang sama.

Tak berselang lama, ribuan warga Gaza turun ke jalan-jalan utama untuk merayakan hal yang mereka sebut sebagai kemenangan Gaza atas Israel. Gaza menang, karena memang kesepakatan gencatan senjata itu diajukan oleh pihak militer Israel yang tidak tahan dihujani ratusan roket dari Gaza.

Mereka yang memulai dengan operasi militer hari Ahad (11/11) lalu, dan mereka pula yang terpaksa mengangkat bendera putih menekan pemerintah Mesir untuk mengadakan kesepakatan gencatan senjata. Di waktu yang bersamaan, ribuan pemukim ilegal Israel berunjuk rasa di jalan-jalan utama kota Siderot mengecam keputusan pemerintah Netanyaho yang meminta pertempuran dihentikan.

Pemuda Indonesia yang saat ini berdomisili di Gaza,Palestina, Muhammad Husein melaporkan dari Gaza bahwa Selasa(13/11) sore telah terjadi gencatan senjata antara Israel dengan pejuang Gaza yang dimediasi pemerintah Mesir. Rakyat Gaza merayakan kemenangan dengan turun ke jalanan mengibarkan bendera Palestina.

Gencatan senjata pada umumnya dipatuhi pada hari Rabu (14/11). Sekolah dan tempat usaha di Israel selatan telah dibuka kembali setelah dilaporkan sudah tidak ada serangan roket.

Puluhan penduduk di perbatasan Israel, sementara itu, menutup jalan sebagai bentuk protes terhadap apa yang mereka katakan sebagai “kurangnya aksi pemerintah Israel” dalam mengatasi ancaman serangan roket Palestina.

Di Gaza, warga merayakan gencatan senjata yang oleh Hamas dipandang sebagai suatu kemenangan.”Gerakan perlawanan telah membela diri dan membela rakyat melawan agresi Israel,” kata pemimpin Hamas, Ismail Haniya.

Bentrokan terbaru dimulai setelah operasi terselubung pasukan khusus Israel di Gaza terungkap pada hari Minggu, sehingga memicu konflik yang menewaskan tujuh warga Palestina dan satu tentara Israel.

Dalam operasi tersebut, pejuang Gaza bahkan membuat tipuan untuk tentara Israel, saat pasukan penjajah zeonis Israel terkena ledakan bom yang disembunyikan di dalam tiang bendera Palestina yang dipasang di pagar perbatasan. Ini adalah cara baru untuk menjebak pasukan Israel yang kerapkali menurunkan bendera Palestina.

Delapan orang tewas pada hari Senin dan Selasa. Kelompok-kelompok militan di Gaza menembakkan 460 roket ke arah Israel dan pasukan Israel mengebom 160 sasaran di Gaza.

Menteri Israel Mundur

Akibat gagalnya operasi tersebut, Menteri pertahanan Israel mengundurkan diri karena kabinet memutuskan untuk menerima gencatan senjata guna mengakhiri perang dua hari dengan kelompok-kelompok Palestina di Gaza.

Avigdor Lieberman, yang merupakan pimpinan partai Yisrael Beiteinu, menegaskan langkah tersebut sama dengan “menyerahkan diri kepada teror”. Dia juga mengecam usaha untuk menengahi upaya mewujudkan perdamaian jangka panjang dengan kelompok Hamas yang menguasai wilayah Jalur Gaza.

Kabinet keamanan Israel pada mulanya mengatakan hanya memerintahkan militer untuk melanjutkan operasi yang diperlukan, tetapi Lieberman dan seorang menteri lain tampak mengukuhkan bahwa kabinet telah menyetujui gencatan senjata ketika mereka menolak untuk mendukungnya.