GP Ansor: Pengikut Habib HRS Seharusnya Demo di Istana Raja Saudi

Diposting pada 186 views

Ngelmu.co – Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) menyarankan Front Pembela Islam berdemonstrasi jika keberatan dengan penanganan otoritas Arab Saudi atas peristiwa bendera berlafaz kalimat tauhid di rumah Habib Rizieq Shihab (HRS)  di Mekkah, Arab Saudi. Saran tersebut diungkapkan oleh Ketua Kepala Densus 99 GP Ansor Muhammad Nuruzzaman.

“Kalau mereka tidak suka dengan cara-cara Saudi Arabia yang menangkap HRS karena di rumahnya terpasang bendera HTI (Hizbut Tahrir Indonesia), ya, didemo saja Saudi; di Istana Raja Salman-nya didemo,” ujar Nuruzzaman di Jakarta, Senin, 12 November 2018, dikutip dari Viva.

Nuruzzaman mengatakan bahwa jika pengikut HRS benar-benar berkomitmen membela kalimat tauhid, jangan hanya mendemo urusan membakar bendera HTI yang dilakukan Banser di Garut, Jawa Barat. Akan tetapi,, juga seharusnya protes ke pemerintah Arab Saudi yang sudah menangkap pemasang bendera itu di rumah HRS.

Menurut Nuruzzaman, Front Pembela Islam dan HTI yang merasa terdepan membela kalimat tauhid, kini saatnya mereka datang ke Kedutaan Besar Arab Saudi atau datang ke istana kerajaan Arab Saudi dengan berdemonstrasi mengibarkan bendera HTI.

“Di sana, saya yakin akan ditangkap juga orang-orang yang mengibarkan (bendera HTI di sana). Di Arab saja dilarang,” kata Nuruzzaman.

Baca juga: HRS: Polisi Saudi Marah, Pelaku Fitnah Bisa Dihukum Pancung

Diketahui sebelumnya, melalui video dari channel Front TV di YouTube, HRS menjelaskan polemik tentang penangkapannya oleh kepolisian Arab Saudi. HRS membantah adanya penangkapan yang ramai diberitakan di Tanah Air. Di dalam video itu, HRS menerangkan informasi yang benar sesuai versinya.

HRS mengatakan ia merilis video klarifikasi agar tidak terjadi kesimpangsiuran berita di publik. HRS menginginkan agar publik mendapat informasi yang benar, bukan informasi yang dusta dan memfitnah.

HRS menyatakan bahwa ada pihak yang diduga sengaja menempelkan poster yang terbuat dari poster plastik di kediamannya yang ditempel di sebelah luar belakang rumah. Oleh karena itu, HRS pun didatangi aparat keamanan Saudi.

Saat mendatangi rumah HRS, kata HRS, aparat keamanan Arab Saudi datang dengan sopan, santun. Kemudian pihak keamanan meminta HRS sebagai penghuni rumah untuk menemui mereka di lapangan parkir belakang rumah.

Saat keluar rumah, kata HRS, poster tersebut sudah dicabut sehingga ia belum sempat melihatnya. Kemudian, karena HRS tidak ingin menjadi perhatian tetangga atau perhatian orang, HRS setuju dan berangkat.

“Jadi, tidak betul kalau ada berita saya ditangkap, saya ditahan, rumah saya disergap. Itu semua bohong. Jadi, tidak ada penggeledahan, tidak ada penyergapan,” cerita HRS.