Hadiri Milad ke-20, Anies Puji FPI Terdepan dalam Persoalan Sosial di Jakarta

Ngelmu.co, JAKARTA –  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri kegiatan peringatan Milad Front Pembela Islam (FPI) ke-20. Anies ikut Salat Subuh berjemaah bersama anggota FPI.

Anies tiba di Lapangan Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (19/8/2018) sekitar pukul 04.35 WIB. Turun dari mobil, Anies langsung disambut oleh panitia kegiatan peringatan Milad FPI. Anies lalu berjalan ke arah jemaah yang sedang melantunkan doa. Dia bersalaman dan menyapa para anggota FPI yang telah hadir.

Saat memberikan sambutan, Anies mengatakan FPI bisa menjadi perekat persatuan umat.

Anies juga memuji FPI yang turun langsung ketika masyarakat tertimpa musibah. Anies juga menyebut Laskar Pembela Islam (LPI) FPI kerap berada di garda terdepan untuk membantu warga.

“Saya menyambut baik yang dilakikan oleh saudara-saudara kita di FPI, Imam FPI DKI Habib Muchsin bersama turun, begitu ada masalah di Jakarta ada banjir, ada bencana, ada kebakaran maka langsung laskar-laskar berada di ujung paling depan untuk hadir mengikutinya,” katanya.

Anies berterina kasih kepada anggota FPI. Dia berkomitmen untuk terus mendorong setiap elemen masyarakat yang membantu Pemprov dalam mengatasi segala persoalan di Jakarta.

“Habib Muchsin dan seluruh jajaran di FPI Jakarta. Saya mengucapkan terima kasih. Kita ingin agar kehadiran kita terutama di Jakarta yang punya masalah sosoal ekonomi yang amat banyak, kita membutuhkan saudara kita untuk langsunh dibantu, langsung turun tangan, dan Pemprov DKI Jakarta selalu mengaoresiasi dan ingin mendukung terus semua kegiatan-kegiatan yang langsung dirasakan kepada masyarakat,” jelasnya.

Menurut Anies, FPI punya peluang ke depan untuk terus membuktikan, bahwa FPI bisa menjadi perekat persatuan umat. FPI bisa menjadi penopang dan persatuan itu tidak hadir di dalam ketimpangan.

“Persatuan itu hadir dalam keadilan, sulit menghdirkan rasa persatuan dalam ketimpangan. Karena itu, kita di Jakarta bekerja keras untuk memghadirkan keadilan. Karena kita ingin hadirnya keadilan nanti membuat rakyat merasakan ada rasa keseteraan,” kata Anies.

Anies mengatakan perjalanan 20 tahun FPI merupakan perjalanan yang telah menorehkan sejarah. Dia berharap FPI bisa menjaga terus persatuan.”20 tahun perjalanan ini adalah 20 tahun perjalanan yang telah menorehkan sejarah, saya membaca di depan kalimat yang amat penting, merajut persatuan umat,” ujar dia.

Anies kemudian bicara tentang keunikan Indonesia. Menurut dia, kelebihan Indonesia dibanding negara lain bukan soal keberagaman tetapi titik tekannya adalah persatuan.

Dia mengatakan ada lebih dari 700 bahasa, lebih dari 400 suku bangsa tetapi sesungguhnya kalau hanya beragam, ada banyak negeri-negeri lain yang nggak kalah beragam dari Indonesia.

“Yang membedakan kita dengan negeri lain, bukan keberagamannya. Yang membedakan kita dengan negara lain adalah di tengah beragam, hadir persatuan,” sambung Anies.

Anies mengatakan bangsa Indonesia sering melupakan kata persatuan dan kerap merayakan perbedaan. Padahal, kata dia, persatuan merupakan kata kunci yang menjadi ciri khas Indonesia.

“Kata kuncinya persatuan. Kita sering lupa bahwa kata kunci yang ada di Indonesia adalah persatuan. Dan persatuan ini yang sering dilewatkan, kita sering terlaku merayakan keperbedaan, merayakan keberagaman, lupa merayakan persatuan. Justru persatuan ini lah yang harus kita ingat. Kita jaga, langgengkan di republik ini,” ujarnya.

Peringatan Milad FPI ke-20 ini diawali dengan Salat Tahajud berjemaah. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan istigasah, doa bersama, ceramah dan amanah dari imam besar FPI Habib Rizieq Syihab.