Hidayat Satu-satunya Wakil Indonesia di Majelis Tinggi Liga Islam Dunia

  • Bagikan

Ngelmu.co –  Sidang ke – 43 Majelis Tertinggi Rabithah Al Alam Al Islami (Liga Islam Dunia) yang baru saja digelar Jumat (19/9/19) lalu dihadiri oleh  65 ulama dunia yang berasal dari negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan beberapa negara lain. Sidang musyawarah itu kemarin dilaksanakan di tempat terpilih yaitu  Kota Mekkah Al Mukaramah.

Para ulama dunia yang menghadiri  Majelis Tertinggi tersebut antara lain Imam Besar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Abdurrahman bin Abdul Aziz As Sudais, Pimpinan Umum Perhimpunan Ulama Besar Arab Saudi Fahd bin Sa’ad Al Majid, dan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI) Dr. Hidayat Nur Wahid.

Hidayat Nur Wahid 9 (HNW) adalah  satu-satunya ulama dari Indonesia yang tercatat sebagai anggota Majelis Tertinggi Liga Islam Dunia. Sebelum HNW, Ulama tokoh Indonesia yang sebelumnya tercatat sebagai Majelis Tertinggi adalah Mohammad Natsir, Rasyid, dan BJ. Habibie.

“Alhamdulillah saya hadir untuk melanjutkan tradisi diplomasi dan memperjuangkan kepentingan Umat Islam”, ungkap HNW.

Tradisi diplomasi serta memperjuangankan kepentingan umat Islam, lanjutnya, adalah langkah yang dipelopori tokoh pendiri bangsa seperti Haji Agus Salim dan Mohamad Natsir, kemudian dilanjutkan oleh Presiden III Indonesia BJ Habibie yang baru saja meninggal. Para founding fathers itu dinyatakan telah memberikan sumbangan strategis dalam rangka membangun kerja sama dengan dunia Islam Internasional.

Pada sidang terebut para ulama yang mewakili bangsa dan ummatnya itu bersama-sama memberikan pandangan dan solusi untuk kecemerlangan dan kebaikan dunia Islam.

Antara lain juga membahas tentang Generasi muda Muslim yang menguasai berbagai disiplin ilmu dan keterampilan teknologi yang  harus terus didorong untuk memberikan kontribusi besar sebagai wajah baru santri global.

Kala sidang Majelis Tertinggi berlangsung, Imam As-Sudais berkesempatan pula memuji sumbangsih Liga Islam Dunia dalam melayani dan berkhidmat untuk agama Islam dan advokasi kaum Muslimin di dunia

“Posisi Indonesia selaku negeri Muslim terbesar di dunia selalu terus  dinantikan peran konkretnya,” kata HNW.

  • Bagikan