Berita  

HNW Kritisi Judul Sebuah Berita: Rasionalisasi Pindah Ibu Kota?

Analisis Tsunami BMKG
Foto: Istana Kepresidenan Jakarta yang turut tergenang banjir pada 25 April 2020 lalu. Adapun Sekretaris Kabinet Pramono Anung, membagikan potret sejumlah titik di Istana yang tergenang, melalui grup WhatsApp wartawan. (Istimewa)

Mengulas Singkat Isi Artikel

Jika mengulas singkat isi artikel terkait, CNN Indonesia, mengutip penjelasan Daryono, yang tertulis pada akun Instagram @daryonobmkg, Jumat (20/8).

 

View this post on Instagram

 

A post shared by DARYONO BMKG (@daryonobmkg)

Namun, CNN Indonesia juga melampirkan pernyataan Kepala Laboratorium Geodesi ITB–yang juga Ketua Lembaga Riset Kebencanaan IA ITB–Heri Andreas.

Satu-satunya pernyataan Heri yang juga menyebut Istana Kepresidenan–seperti pada judul–adalah:

“Kalau kita perhatikan modelnya, ternyata nyaris menyentuh Istana [Presiden],” jelasnya.

Menurut Heri, berdasarkan hasil pemodelan, gelombang dapat sampai di pesisir Jakarta.

Dengan ketinggian 1-1,5 meter, dalam waktu tiga jam, sejak titik awal gelombang.

“Dari running software, itu sampai Pelabuhan Ratu, Ujung Kulon, 20 menit. Sementara sampai pesisir Jakarta, sekitar tiga jam.”

Demikian penuturannya kepada CNN Indonesia, melalui sambungan telepon, Rabu (18/8) lalu.

Run up [penjalaran] tsunami merupakan ujung dari gelombang. Artinya, jika tinggi gelombang [di pesisir Jakarta 1-1,5 meter] masuk ke dalam run up-nya, maka akan berkurang [secara terus-menerus].

“Jadi kalau sampai ke Gajah Mada, Mangga Dua, nah, itu tidak satu meter lagi, ya,” beber Heri.