“Hoaks Berperan Besar atas Kekalahan Papa Melawan Covid”

  • Bagikan
Hoaks Hoax Covid Corona
Pemakaman jenazah Covid-19 di TPU Rorotan, Jakarta Utara. Foto: Instagram/alivikry

Ngelmu.co – Seorang warganet bernama Helmi Indra, berbesar hati, membagikan kisah kekalahan sang ayah melawan Covid-19.

“Papa saya baru saja meninggal, positif Covid, dengan komorbid diabetes. Setelah pertarungan beberapa hari, akhirnya Papa kalah perang melawan Covid-19.”

Demikian tuturnya di awal utas yang ia tulis, Jumat (15/7), di akun Twitter pribadinya, @HelmiIndraRp.

“Lalu, apa yang menyebabkan Papa, kalah? Hoaks berperan besar dalam hal ini, di luar komorbid,” imbuhnya.

Saturasi oksigen sang ayah, setelah beberapa hari terpapar Covid, semakin menurun.

“Karena sudah sangat rendah, Papa, baru mau dibawa ke rumah sakit, masuk IGD, jam 3 pagi, untuk dibantu napas menggunakan oksigen.”

Semua terjadi begitu cepat. “Jam 11 siang bisa masuk ruang isolasi, jam 2 siang, Papa, sudah tidak bernapas lagi.”

Lagi-lagi, Indra, menekankan bahwa hoaks, berperan besar dalam kekalahan ayahnya melawan Covid.

Sang ayah percaya dengan berbagai berita miring yang tersebar di media sosial.

“Entah di grup WhatsApp, Facebook, Instagram, Twitter, ataupun dari sumber-sumber lain.”

Mulai dari hoaks, setiap masuk rumah sakit akan di-Covid-kan, interaksi obat akan membuat tewas, hingga terdapat kandungan babi pada vaksin asal Cina.

“Dan banyak lainnya. Gara-gara sering berseliweran berita ini di grup WhatsApp dan Facebook, Papa, jadi percaya hoaks-hoaks ini.”

Akibatnya, sang ayah pun menolak untuk vaksinasi. “Padahal, vaksin bisa membantu meredakan gejala, ketika terpapar Covid.”

Bahkan, saat sudah terpapar, ayahnya tetap tidak mau minum obat.

“Karena percaya berita hoaks, tentang interaksi obat dapat membunuh.”

“Padahal, meminum obat dengan resep yang tepat, dapat mengurangi gejala, dan menambah imun [dengan meminum vitamin].”

Ayah dari Indra, masih ‘takut’ untuk ke rumah sakit, meski kesehatannya mulai memburuk.

“Karena takut kenapa-napa. Akhirnya, ketika mau dibawa ke rumah sakit, kondisi sudah terlalu lemah.”

Baca Juga:

Tujuan Indra, membagikan duka, tak lain, karena ia berharap menjadi yang terakhir mengalami hal ini.

“Cukup sampai di saya saja. Please, banget, ketika dapat berita yang enggak jelas atau cenderung hoaks, cukup berhenti di ponsel kita semua. Jangan sampai di-share.”

“Akan lebih baik jika bisa dan berani counter narasi dengan berita yang benar.”

Indra juga ingin, agar semua pihak tidak berhenti meyakinkan keluarga pun kerabat, bahwa Covid itu nyata.

  • Bagikan
ngelmu.co